Tim Inggris di semifinal menghadapi musuh bebuyutan, Argentina. Itu adalah pertandingan adu kejar yang mencekik; gol Anthony Gordon pada menit ke-55 sempat memberi harapan bagi skuad Tiga Singa untuk lolos ke final. Namun, penyakit kronis di lini pertahanan akhirnya dihukum di saat-saat akhir—tembakan jarak jauh Enzo Fernández pada menit ke-85 menyamakan kedudukan, lalu Lautaro Martínez melengkapi kemenangan di masa tambahan waktu menit ke-92. Skor 1-2, Inggris kembali menjadi latar belakang; impian tertinggi “bring football home” (membawa sepak bola pulang) untuk sekali lagi lenyap di benua Amerika.
Kekalahan Prancis justru terasa lebih menyakitkan. Berhadapan dengan Spanyol yang menerjang dengan badai remaja, tembok pertahanan baja yang dibanggakan pelatih Didier Deschamps runtuh. Sepanjang laga, lini serang Prancis seperti terjebak dalam lumpur; Mbappé benar-benar dikunci, lini tengah kehilangan kendali sepenuhnya, dan akhirnya mereka kalah 0-2 dari pasukan La Roja. Bagi sepak bola Prancis yang beruntun dua kali tampil di partai final Piala Dunia (juara 2018, runner-up 2022), berhenti di semifinal dan tersingkir tanpa mencetak gol jelas menjadi pukulan telak.

#BinancePickAndWin