2026/05/25 11:03

MoneyDJ News 2026-05-25 11:03:07 Guo Yanxi memposting

Ketua baru Federal Reserve Amerika Serikat (Fed), Kevin Warsh, pada Jumat pekan lalu (22) secara resmi mengucapkan sumpah jabatan. Ia menyiratkan bahwa gaya tata kelolanya ke depan akan meneladani mantan Ketua Fed Alan Greenspan, dengan menjaga fleksibilitas dan keluwesan kebijakan moneter dalam menghadapi gelombang produktivitas yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI), sekaligus mengejar pertumbuhan ekonomi non-inflasioner. Warsh juga berencana, pada saat memangkas neraca Fed yang membengkak hingga 6,8 triliun dolar AS, sekaligus menciptakan ruang untuk penurunan suku bunga.

Berdasarkan laporan gabungan dari Yahoo Finance dan CNBC, Warsh pada tanggal 22 dalam pidato pengukuhannya secara khusus memberikan penghormatan kepada mantan ketua Alan Greenspan. Greenspan adalah ketua Fed terakhir dalam sejarah yang dilantik di Gedung Putih. Warsh menyatakan: «Di antara lima mantan ketua yang saya kenal, Ketua Greenspan adalah yang pertama kali menjelaskan kepada saya mengenai tugas-tugas jabatan ini. Saya berencana menunaikan tanggung jawab sebagai ketua dengan cara yang sama—penuh semangat dan tekad yang kuat.»

Pada era gelembung dot-com 1990-an, Greenspan menyimpulkan bahwa karena inflasi tidak naik seiring pertumbuhan ekonomi, berarti produktivitas sedang meningkat. Ia pun menolak kebutuhan untuk menaikkan suku bunga, sehingga kebijakan suku bunga dibiarkan tetap stabil.

Sebagai perbandingan, Powell juga pernah menyatakan tahun lalu bahwa penerapan luas AI akan meningkatkan produktivitas secara signifikan dan menurunkan inflasi, sehingga membuka jalur penurunan suku bunga bagi Fed.

Powell juga berencana meniru langkah Greenspan. Dalam pernyataan pada dengar pendapat, ia menyebut para pejabat Fed seharusnya mengurangi frekuensi berbicara, memangkas «panduan ke depan» (forward guidance), serta berhenti membocorkan kartu kepada pasar sebelum rapat kebijakan. Selain itu, ia juga tidak berjanji bahwa setelah setiap rapat kebijakan akan selalu mengadakan konferensi pers.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang mendukung Powell naik, juga kerap mengutip Greenspan sebagai teladan sejarah. Ia menyerukan Fed untuk tetap bersikap terbuka, menurunkan suku bunga guna mendorong investasi, serta mendorong pertumbuhan yang tidak memicu inflasi dengan menolak kenaikan suku bunga yang terlalu dini.

Bagaimana cara mencapai «mengurangi neraca sekaligus menurunkan suku bunga»?

Secara tradisional, mengecilkan neraca (QT) biasanya berarti kebijakan moneter yang mengencangkan, sedangkan menurunkan suku bunga berarti pelonggaran. Namun Powell, dalam artikel opini yang dimuat (Wall Street Journal) tahun lalu, mengatakan bahwa neraca Fed saat ini terlalu «gendut», sehingga sambil memangkas ukurannya, Fed tetap dapat menurunkan suku bunga acuan.

TS Lombard kepala ekonom Amerika Steve Blitz mengatakan bahwa The Fed yang dipimpin Powell (华许) kemungkinan akan memindahkan fokus kebijakan untuk mendukung berfungsinya pasar obligasi pemerintah AS melalui pasar repo (repurchase agreement/repo) untuk transaksi semalam, bukan hanya mengandalkan mekanisme penyaluran kebijakan tradisional berupa «suku bunga dana federal» (federal funds rate). Dalam praktiknya, hal ini menciptakan dinamika yang unik: Powell dapat memenuhi permintaan Presiden AS Donald Trump agar dilakukan penurunan suku bunga untuk mengerek ekonomi sekaligus membayar kembali utang negara, sambil tetap menjaga kondisi keuangan yang ketat melalui pasar repo untuk menghadapi tekanan inflasi yang masih keras kepala.

Dalam 18 tahun terakhir, Fed berjalan dalam sistem «cadangan berlebih (ample, yakni sedikit lebih banyak dari kondisi normal namun tidak sampai berlebih)». Powell memberi isyarat bahwa Fed bisa mengarahkan sistem kembali ke kebijakan «cadangan langka (scarce)» sebelum terjadi badai krisis keuangan, dengan memasukkan likuiditas hanya jika diperlukan. Bill English, profesor Universitas Yale dan mantan pejabat senior urusan moneter di Federal Reserve, mengatakan bahwa kembali ke sistem cadangan langka sepenuhnya memungkinkan, tetapi harus dilakukan sangat lambat dan dengan sangat hati-hati.

Meskipun Powell menguraikan cetak biru besar untuk «perubahan kelembagaan», penyesuaian neraca dengan skala sampai 6,8 triliun dolar mencakup cakupan yang sangat luas dan akan langsung memukul area ekonomi yang sensitif terhadap suku bunga seperti imbal hasil obligasi pemerintah AS dan suku bunga hipotek.

Menanggapi hal itu, ekonom utama Lou Crandall dari Wrightson ICAP menegaskan bahwa tidak ada orang (termasuk Powell sendiri) yang menganggap perubahan ini bisa dilakukan secara instan. Para pejabat umumnya memandangnya sebagai «proyek jangka menengah-panjang», bukan agenda yang langsung dijalankan pada hari pertama menjabat.

#美联储何时降息?

#縮表 #降息 $BTC

BTC
BTCUSDT
81,464.7
+0.50%