Barangsiapa yang mengira bahwa sepak bola hanyalah dua puluh satu pemain yang berlari mengejar sepotong kulit, atau hanya sembilan puluh menit yang berakhir dengan bunyi peluit wasit, telah keliru. Sepak bola adalah novel paling mendebarkan dalam sejarah umat manusia, satu-satunya bahasa universal yang tidak membutuhkan terjemahan agar dipahami oleh seluruh penduduk bumi. Di lapangan hijau yang persegi ini, kehidupan dipadatkan dalam segala detailnya; di sana kita melihat puncak kebahagiaan dan keterpurukan, serta belajar darinya bagaimana harapan lahir dari rahim keputusasaan ketika tim yang kalah kembali bangkit di detik-detik terakhir. Inilah permainan yang membuat seorang pria dewasa menangis seperti anak-anak karena bola tendangannya membentur mistar, dan membuat orang-orang asing saling berpelukan di tribun hanya karena gawang lawan telah bergetar. Ia adalah hasrat yang dimulai dari bola yang terbuat dari kaus kaki di gang-gang sempit, lalu tumbuh menjadi ibadah suci yang di sekelilingnya berkumpul jutaan orang. Pada akhirnya, sepak bola akan tetap menjadi cermin bagi bangsa-bangsa, dan tempat perlindungan yang hangat untuk kita lari dari kebosanan hidup dan beragam problemnya, agar kita dapat menjalani drama sejati yang tak bisa ditulis oleh sutradara film terhebat sekalipun.#BinancePickAndWin