Kabar baik datang dari salah satu lembaga pemeringkat kredit terkemuka di dunia. S&P Global Ratings secara resmi mempertahankan peringkat kredit berdaulat Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan prospek stabil. Keputusan S&P ini memberikan sinyal positif bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dinilai solid di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tantangan fiskal. Keputusan ini berpotensi mengurangi kekhawatiran pasar terkait risiko penurunan peringkat utang Indonesia, sekaligus mempertahankan kepercayaan investor global terhadap aset keuangan negara tersebut. Sentimen ini juga berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar obligasi, nilai tukar rupiah, dan IHSG, terutama di tengah perhatian pasar pada isu aksesibilitas MSCI serta dinamika kebijakan global.
Dalam laporannya, S&P Global Ratings menguraikan beberapa pandangan positif yang menjadi dasar keputusan untuk mempertahankan peringkat dan prospek Indonesia. Berikut ringkasannya:
Pertumbuhan ekonomi yang kuat:
1. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,6% secara year-on-year pada kuartal pertama 2026, didukung oleh belanja liburan dan penyaluran belanja fiskal yang lebih besar. S&P memproyeksikan pertumbuhan 5,1% tahun ini dan rata-rata 4,9% per tahun untuk 2026โ2029.
2. Pendapatan nasional pulih: Pendapatan nasional meningkat 21% pada paruh pertama tahun 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong oleh meredanya gangguan teknis pada sistem administrasi pajak inti dan pemulihan pendapatan non-pajak dari sektor sumber daya alam.
3. Hilirisasi dan Danantara sebagai pilar: Kebijakan hilirisasi dan peran Danantara serta PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dinilai berpotensi menekan praktik under-invoicing dan transfer pricing, sehingga sekaligus mendorong peningkatan pendapatan ekspor.
4. Disiplin fiskal tetap terjaga: Defisit fiskal Indonesia diproyeksikan tetap di bawah 3% dari PDB, sejalan dengan aturan yang berlaku dan rekam jejak disiplin fiskal lintas pemerintah.
5. Institusi dan kebijakan politik yang stabil: S&P menilai bahwa independensi operasional Bank Indonesia tetap terjaga, sebagaimana ditunjukkan oleh kenaikan agresif suku bunga pada Juni 2026 untuk menahan tekanan rupiah. #IDR
