Cadangan devisa Bolivia turun dari 15 miliar USD menjadi 3 miliar USD — dan sekarang mereka memandang USDT sebagai pelampung penyelamat.

Ini bukan bercanda. Di tengah kekurangan dolar yang serius, pemerintah Bolivia sedang mempertimbangkan penyusunan kerangka hukum agar stablecoin terbesar di dunia dapat digunakan untuk pembayaran, tabungan, dan perdagangan. Jika berhasil, ini tidak hanya menjadi solusi sementara bagi arus modal, tetapi juga mengurangi tekanan pada cadangan devisa nasional — sebuah persoalan yang pernah disaksikan di Argentina dan Venezuela ketika lonjakan USDT terjadi meski belum resmi.

Manfaatnya jelas: remitansi lebih murah, mendorong fintech. Namun risikonya juga nyata — transparansi Tether pernah dikenai sanksi, ada risiko pencucian uang, dan infrastruktur belum siap. Ini pedang bermata dua.

Pandangan saya: langkah ini positif untuk meningkatkan pemahaman tentang stablecoin, tapi jangan buru-buru FOMO. Pasar akan memantau bagaimana Bolivia merancang regulasi. Jika mereka melakukannya dengan baik, bisa menciptakan preseden bagi Amerika Latin. Untuk trader kita: tetap disiplin, jangan mempertaruhkan seluruh dompet pada kabar yang belum final. DYOR.

#Stablecoin #USDT #PhápLý