Di pasar beruang kali ini, hasil terbesar yang saya dapatkan bukanlah seberapa banyak uang yang saya hasilkan.

Melainkan saya menemukan diri sendiri—

bahkan belum sempat menunggu struktur “panic selling”.

Saat pertama kali mendekati dan menyentuh area support awal, saya sudah lebih dulu masuk dari sisi kiri.

Saat itu saya belum tahu,

ternyata sebuah dasar (bottom) yang benar

yang sebenarnya masih harus melewati begitu banyak struktur.

Di buku, tertulis begini:
Panic selling adalah sinyal pertama berakhirnya pasar beruang.

Lalu, pada support awal di tahap pertama,

itu hanya menandakan bahwa untuk pertama kalinya pasar mulai muncul kebutuhan yang mampu melawan order jual.

Struktur berikutnya masih akan terus menghadirkan panic selling,

dan itu berarti ada dana yang lebih besar mulai menyerap.

Pembeli adalah pemain utama,

penjual adalah massa yang panik.

Mengapa pasar perlu panic selling?

Karena hanya ketika “chip” yang emosional terus dilepaskan, pasokan akan berangsur-angsur menipis, dan pasar beruang baru punya kesempatan untuk benar-benar berakhir.

Jadi, panic selling—

sebaliknya, sering kali justru merupakan salah satu sinyal penting bahwa pasar beruang mulai “mengandung” awal bull market.

Tentu saja, itu bukan konfirmasi bahwa dasar sudah terbentuk.

Biasanya nanti masih perlu melewati tahapan seperti:

Natural rebound (AR) → Secondary test (ST) → Akumulasi (Accumulation) …

Sampai jumlah floating profit/float di pasar semakin sedikit,

dan “chip” perlahan berpindah ke tangan dana jangka panjang.

Kecenderungan hubungan permintaan dan penawaran mulai mengarah ke atas 👆
Bull market pun berangkat.

Terima kasih untuk aksi left saya yang dulu
Dan sudah mengajar saya begitu banyak pengetahuan 🧡

Di siklus bull-bear kali ini,

yang tidak hanya saya serahkan kepada diri sendiri adalah return.

Masih ada juga peningkatan pemahaman 📈$BTC