Tadi malam saat saya membaca pernyataan privasi untuk @grvt_io , saya menatap lama bagan alur bukti ZK itu—ada tiga lembar kertas draf yang dibuang di samping cangkir kopi.
Awalnya saya hanya fokus pada kecepatan eksekusi dan rasio leverage. Saya menganggap privasi itu, toh, cuma soal beberapa opsi—sekadar pelengkap.
Sampai suatu dini hari saya membaca ulang bagian tentang Validium, saya tiba-tiba sadar ada yang tidak beres. Desain ini bukan “menambahkan” privasi, tapi “melepas” sebuah kamera tersembunyi yang selama ini bahkan tidak pernah saya sadari ada—kamera yang ada di DEX lain.
Saya dulu selalu mengira DEX itu transparan—semua orang bisa melihat buku order. Bukankah itu hal yang bagus? Tapi kemudian baru sadar: transparan tidak otomatis berarti adil.
Kalau setiap order yang Anda pasang, setiap take profit/stop loss, dan setiap penyesuaian posisi dipajang ke seluruh jaringan, maka para whale dan robot seperti duduk di belakang Anda sambil menonton langkah-langkah Anda. Mereka bisa kabur lebih dulu, bisa melakukan serangan jebakan, dan bisa menyusun strategi lebih awal.
Rasanya seperti Anda catur di dalam rumah kaca, sementara orang lain duduk di luar rumah. Setiap langkah Anda terlihat olehnya, lalu ia bisa menoleh dan memberitahu orang lain di ruangan sebelah tentang rute Anda.
Saya membolak-balik bagan pernyataan privasi itu dua kali, barulah saya pelan-pelan paham apa yang Grvt sedang lakukan.
Banyak orang mengira skema privasi #grvt hanya menyembunyikan data. Tapi menurut saya, ini lebih seperti membangun sistem yang hanya menampilkan tanda terima pembayaran—dan tidak menampilkan daftar belanjanya.
Di arsitektur Validium milik ZKsync, ia memisahkan aliran order sebenarnya dan data posisi ke luar rantai (off-chain). Lalu yang diunggah ke mainnet Ethereum adalah bukti pengetahuan nol untuk setiap transaksi.
Dengan kata lain, seluruh jaringan bisa memverifikasi bahwa transaksi Anda memang terjadi dan penyelesaiannya sudah benar, tapi tidak ada yang tahu pada harga berapa, pukul berapa, dan ukuran order seberapa besar. Seperti Anda memotret tanda terima belanja supermarket lalu mengunggahnya ke internet, tapi tak ada yang bisa melihat Anda pernah ragu di depan rak saus mana.
Saya bahkan menggambar bagan panah khusus—membedakan “data off-chain” dan “bukti on-chain” dengan warna berbeda—baru saat itu saya yakin ini bukan sekadar gaya teknis.
Tentu saja, apakah mekanisme ini bisa bertahan terhadap serangan MEV dalam semua kondisi pasar, saya belum sepenuhnya memahaminya.
Tapi saat saya menutup laptop, muncul satu gambaran di kepala saya: kalau sebelumnya DEX full-chain seperti catur di alun-alun, maka Grvt setidaknya menyediakan semacam kelambu/penyekat—bukan untuk membuat Anda sembunyi-sembunyi, tapi supaya Anda merasa tenang saat mengeluarkan strategi.
Awalnya saya hanya fokus pada kecepatan eksekusi dan rasio leverage. Saya menganggap privasi itu, toh, cuma soal beberapa opsi—sekadar pelengkap.
Sampai suatu dini hari saya membaca ulang bagian tentang Validium, saya tiba-tiba sadar ada yang tidak beres. Desain ini bukan “menambahkan” privasi, tapi “melepas” sebuah kamera tersembunyi yang selama ini bahkan tidak pernah saya sadari ada—kamera yang ada di DEX lain.
Saya dulu selalu mengira DEX itu transparan—semua orang bisa melihat buku order. Bukankah itu hal yang bagus? Tapi kemudian baru sadar: transparan tidak otomatis berarti adil.
Kalau setiap order yang Anda pasang, setiap take profit/stop loss, dan setiap penyesuaian posisi dipajang ke seluruh jaringan, maka para whale dan robot seperti duduk di belakang Anda sambil menonton langkah-langkah Anda. Mereka bisa kabur lebih dulu, bisa melakukan serangan jebakan, dan bisa menyusun strategi lebih awal.
Rasanya seperti Anda catur di dalam rumah kaca, sementara orang lain duduk di luar rumah. Setiap langkah Anda terlihat olehnya, lalu ia bisa menoleh dan memberitahu orang lain di ruangan sebelah tentang rute Anda.
Saya membolak-balik bagan pernyataan privasi itu dua kali, barulah saya pelan-pelan paham apa yang Grvt sedang lakukan.
Banyak orang mengira skema privasi #grvt hanya menyembunyikan data. Tapi menurut saya, ini lebih seperti membangun sistem yang hanya menampilkan tanda terima pembayaran—dan tidak menampilkan daftar belanjanya.
Di arsitektur Validium milik ZKsync, ia memisahkan aliran order sebenarnya dan data posisi ke luar rantai (off-chain). Lalu yang diunggah ke mainnet Ethereum adalah bukti pengetahuan nol untuk setiap transaksi.
Dengan kata lain, seluruh jaringan bisa memverifikasi bahwa transaksi Anda memang terjadi dan penyelesaiannya sudah benar, tapi tidak ada yang tahu pada harga berapa, pukul berapa, dan ukuran order seberapa besar. Seperti Anda memotret tanda terima belanja supermarket lalu mengunggahnya ke internet, tapi tak ada yang bisa melihat Anda pernah ragu di depan rak saus mana.
Saya bahkan menggambar bagan panah khusus—membedakan “data off-chain” dan “bukti on-chain” dengan warna berbeda—baru saat itu saya yakin ini bukan sekadar gaya teknis.
Tentu saja, apakah mekanisme ini bisa bertahan terhadap serangan MEV dalam semua kondisi pasar, saya belum sepenuhnya memahaminya.
Tapi saat saya menutup laptop, muncul satu gambaran di kepala saya: kalau sebelumnya DEX full-chain seperti catur di alun-alun, maka Grvt setidaknya menyediakan semacam kelambu/penyekat—bukan untuk membuat Anda sembunyi-sembunyi, tapi supaya Anda merasa tenang saat mengeluarkan strategi.
