Mengapa Saya Berpikir Newton Protocol Sedang Membangun Lapisan yang Hilang untuk Keuangan Onchain

Saya terus kembali ke pemikiran yang sama setiap kali saya mempelajari keuangan onchain. Kita sudah membangun sistem yang bisa memindahkan nilai dalam hitungan detik, namun kita masih kesulitan dengan pertanyaan dasar: siapa yang seharusnya diizinkan untuk mengotorisasi transaksi-transaksi tersebut, dan bagaimana keputusan itu bisa diverifikasi? Itulah sebabnya Newton Protocol menarik perhatian saya.

Saya melihat Newton sebagai lebih dari sekadar proyek infrastruktur lain. Saya memandangnya sebagai upaya untuk menjadikan kebijakan sebagai bagian asli dari eksekusi blockchain, bukan sesuatu yang ditangani setelah kejadian. Gagasan untuk menerapkan batasan pengeluaran, aturan kepatuhan, dan pagar pengaman transaksi sebelum penyelesaian terasa semakin penting seiring modal institusional dan agen AI menjadi semakin aktif di onchain.

Hal yang paling menarik bagi saya adalah Newton tidak berusaha menggantikan blockchain. Sebaliknya, Newton menambahkan lapisan otorisasi tempat transaksi dapat dievaluasi terhadap kebijakan yang telah ditetapkan sebelum dieksekusi. Saya percaya pendekatan ini dapat meningkatkan akuntabilitas tanpa mengorbankan transparansi yang membuat blockchain bernilai.

Tentu, keberhasilan akan bergantung pada adopsi, tata kelola, dan kualitas kebijakan itu sendiri. Bahkan teknologi terkuat pun tidak bisa menyelesaikan pengambilan keputusan yang buruk. Namun, saya pikir Newton sedang mengajukan salah satu pertanyaan paling penting dalam kripto saat ini: apakah keuangan onchain harus fokus hanya pada eksekusi, atau apakah ia juga harus membuktikan bahwa setiap tindakan mengikuti aturan yang benar sebelum tindakan itu terjadi? Saya yakin ini adalah percakapan yang tidak bisa lagi diabaikan oleh industri.

@NewtonProtocol $NEWT #Newt