Prancis memiliki kendali keseluruhan dan efisiensi di lini depan yang lebih tinggi. Pertahanan Maroko bertahan cukup lama, namun Prancis di fase-fase krusial terus berhasil menyelesaikan peluang secara beruntun, 2-0 dan sukses melaju ke semifinal.

Spanyol 2-1 Belgia
Spanyol tetap mengandalkan kontrol lini tengah dan tekanan yang terus-menerus untuk mengambil inisiatif. Meski demikian, efisiensi serangan balik Belgia juga cukup bagus, dan mereka berhasil mematahkan catatan clean sheet Spanyol. Namun pada akhirnya, Spanyol tetap menyelesaikan kemenangan lewat keunggulan kedalaman skuad dan serangan di fase akhir.

Norwegia 1-1 Inggris
Di 90 menit, kedua tim bermain imbang 1-1, tepat sesuai dengan gambaran tarik-menarik yang diprediksi sebelum pertandingan. Norwegia mencetak gol lebih dulu lewat konversi cepat, lalu Inggris menyamakan kedudukan, dan pada babak perpanjangan waktu berhasil membalikkan keadaan.

Argentina 1-1 Swiss
Disiplin bertahan dan ketangguhan Swiss membuat Argentina kesulitan bermain dengan nyaman. Dalam 90 menit, skor menjadi 1-1 dan pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu. Pada akhirnya, Argentina tetap memecahkan pertandingan berkat kemampuan individu dan kedalaman skuad.

Ciri yang paling jelas dari babak ini adalah: keempat laga tidak pernah berjalan dengan satu pihak benar-benar mendominasi sepanjang waktu. Tim-tim kuat akhirnya lolos bukan hanya karena kekuatan di atas kertas, tetapi juga karena kedalaman pemain cadangan, cara menangani momen-momen penting, serta manajemen pertandingan.

Dilihat dari aspek teknis dan taktis:

Prancis menang di efisiensi
Spanyol menang di kontrol
Inggris menang di ketangguhan
Argentina menang lewat kemampuan bintang#binancepickandwin