Jauh sebelum aku mengenal kripto, aku mengira setiap anak tumbuh dengan celengan.
Puniyyaku berwarna kuning cerah.
Setiap Tahun Baru Imlek, setiap angpao beruntung, setiap sedikit uang yang diberikan kakek-nenekku langsung masuk ke celengan itu. Aku tidak pernah repot menghitung berapa banyak yang ada di dalamnya. Aku cuma tahu itu punyaku, jadi aku merasa aman meninggalkannya di sana.
Lalu suatu hari, celengan itu menghilang.
Aku menangis berhari-hari. Bukan karena aku tahu persis berapa uang yang hilang, tapi karena pertama kalinya aku menyadari sesuatu yang penting:
Jika seseorang lain bisa mengambil uangmu tanpa izin, berarti pada dasarnya kamu tidak benar-benar memilikinya.
Bertahun-tahun kemudian, setelah masuk ke dunia kripto, ingatan masa kecil itu tiba-tiba jadi masuk akal.
Kebanyakan orang membeli kripto, melihat saldo di sebuah bursa, dan menganggap mereka memiliki aset-aset tersebut. Namun dalam banyak kasus, yang benar-benar kamu miliki hanyalah surat pengakuan utang (IOU) yang tersimpan di basis data bursa. Bursa yang mengendalikan private key, artinya pada akhirnya bursa yang mengendalikan dananya.
Karena itulah frasa “Not your keys, not your coins” ada.
Setelah membaca artikel terbaru Grvt tentang self-custody, menurutku mereka menjelaskan konsep ini dengan sangat baik.
Alih-alih hanya mengatakan bahwa pengguna memiliki aset mereka, mereka mengurai alasannya.
Di Grvt, dana kamu tidak berada di neraca saldo bursa. Dana itu hidup di dalam on-chain smart contract. Satu-satunya hal yang bisa mengotorisasi dana tersebut untuk bergerak adalah tanda tangan yang valid yang dihasilkan oleh private key kamu.
Grvt mengoperasikan matching engine, menyediakan pengalaman trading, dan melakukan penyelesaian transaksi di-chain, tetapi Grvt tidak bisa menandatangani transaksi atas nama kamu. Grvt tidak menyimpan private key kamu, yang berarti Grvt tidak bisa memindahkan, mengarahkan ulang, atau membelanjakan dana kamu.
Menurutku, itulah makna sebenarnya dari self-custody.
Rasanya seperti punya celengan masa kecil itu lagi—hanya saja kali ini, tidak ada orang yang bisa diam-diam mengambilnya dan pergi begitu saja. Celengan itu berada di on-chain, dan satu-satunya kunci yang bisa membukanya selalu menjadi milikmu.
$ETH #grvt @grvt_io
Puniyyaku berwarna kuning cerah.
Setiap Tahun Baru Imlek, setiap angpao beruntung, setiap sedikit uang yang diberikan kakek-nenekku langsung masuk ke celengan itu. Aku tidak pernah repot menghitung berapa banyak yang ada di dalamnya. Aku cuma tahu itu punyaku, jadi aku merasa aman meninggalkannya di sana.
Lalu suatu hari, celengan itu menghilang.
Aku menangis berhari-hari. Bukan karena aku tahu persis berapa uang yang hilang, tapi karena pertama kalinya aku menyadari sesuatu yang penting:
Jika seseorang lain bisa mengambil uangmu tanpa izin, berarti pada dasarnya kamu tidak benar-benar memilikinya.
Bertahun-tahun kemudian, setelah masuk ke dunia kripto, ingatan masa kecil itu tiba-tiba jadi masuk akal.
Kebanyakan orang membeli kripto, melihat saldo di sebuah bursa, dan menganggap mereka memiliki aset-aset tersebut. Namun dalam banyak kasus, yang benar-benar kamu miliki hanyalah surat pengakuan utang (IOU) yang tersimpan di basis data bursa. Bursa yang mengendalikan private key, artinya pada akhirnya bursa yang mengendalikan dananya.
Karena itulah frasa “Not your keys, not your coins” ada.
Setelah membaca artikel terbaru Grvt tentang self-custody, menurutku mereka menjelaskan konsep ini dengan sangat baik.
Alih-alih hanya mengatakan bahwa pengguna memiliki aset mereka, mereka mengurai alasannya.
Di Grvt, dana kamu tidak berada di neraca saldo bursa. Dana itu hidup di dalam on-chain smart contract. Satu-satunya hal yang bisa mengotorisasi dana tersebut untuk bergerak adalah tanda tangan yang valid yang dihasilkan oleh private key kamu.
Grvt mengoperasikan matching engine, menyediakan pengalaman trading, dan melakukan penyelesaian transaksi di-chain, tetapi Grvt tidak bisa menandatangani transaksi atas nama kamu. Grvt tidak menyimpan private key kamu, yang berarti Grvt tidak bisa memindahkan, mengarahkan ulang, atau membelanjakan dana kamu.
Menurutku, itulah makna sebenarnya dari self-custody.
Rasanya seperti punya celengan masa kecil itu lagi—hanya saja kali ini, tidak ada orang yang bisa diam-diam mengambilnya dan pergi begitu saja. Celengan itu berada di on-chain, dan satu-satunya kunci yang bisa membukanya selalu menjadi milikmu.
$ETH #grvt @grvt_io