@NewtonProtocol
Saya meluangkan waktu untuk menyelami Newton Protocol, berharap akan menemukan proyek lain yang berfokus pada membuat agen AI menjadi lebih cepat. Namun, yang saya temukan justru sesuatu yang tampaknya jauh lebih tertarik untuk membuat mereka bertanggung jawab.
Bagian yang menarik perhatian saya bukanlah perdagangan otomatis atau strategi yang digerakkan oleh AI. Melainkan idenya bahwa setiap tindakan penting harus melalui serangkaian aturan yang dapat diverifikasi sebelum tindakan itu terjadi. Ini terasa seperti pergeseran yang bermakna. Kecerdasan saja tidak cukup ketika agen AI dapat memindahkan aset atau berinteraksi dengan sistem keuangan. Izin, kebijakan, dan bukti menjadi sama pentingnya.
Yang juga menonjol adalah bahwa Newton tidak berusaha menggantikan kepercayaan dengan otomatisasi buta. Newton mencoba membangun infrastruktur di mana kepercayaan diperoleh melalui otorisasi yang transparan, bukti kriptografis, dan kebijakan yang bisa diperiksa, bukan sekadar diasumsikan.
Tentu saja, proyek ini masih tahap awal. Adopsi nyata akan bergantung pada apakah para pengembang benar-benar menggunakan alat-alat ini, apakah kebijakan tetap andal di bawah tekanan, dan apakah verifikasi terdesentralisasi terbukti praktis dalam skala besar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih layak mendapat perhatian yang saksama.
Meskipun begitu, saya pikir Newton sedang mengajukan salah satu pertanyaan paling penting dalam AI saat ini: bukan “Apa yang bisa dilakukan agen otonom?” melainkan “Apa yang seharusnya diizinkan untuk mereka lakukan?”
Perbedaan itu mungkin terlihat halus saat ini, tetapi jika AI terus mengambil alih tanggung jawab finansial dan onchain, perbedaan tersebut bisa menjadi batas antara otomatisasi yang hanya digunakan orang dan otomatisasi yang benar-benar mereka percayai.
#newt $NEWT
Saya meluangkan waktu untuk menyelami Newton Protocol, berharap akan menemukan proyek lain yang berfokus pada membuat agen AI menjadi lebih cepat. Namun, yang saya temukan justru sesuatu yang tampaknya jauh lebih tertarik untuk membuat mereka bertanggung jawab.
Bagian yang menarik perhatian saya bukanlah perdagangan otomatis atau strategi yang digerakkan oleh AI. Melainkan idenya bahwa setiap tindakan penting harus melalui serangkaian aturan yang dapat diverifikasi sebelum tindakan itu terjadi. Ini terasa seperti pergeseran yang bermakna. Kecerdasan saja tidak cukup ketika agen AI dapat memindahkan aset atau berinteraksi dengan sistem keuangan. Izin, kebijakan, dan bukti menjadi sama pentingnya.
Yang juga menonjol adalah bahwa Newton tidak berusaha menggantikan kepercayaan dengan otomatisasi buta. Newton mencoba membangun infrastruktur di mana kepercayaan diperoleh melalui otorisasi yang transparan, bukti kriptografis, dan kebijakan yang bisa diperiksa, bukan sekadar diasumsikan.
Tentu saja, proyek ini masih tahap awal. Adopsi nyata akan bergantung pada apakah para pengembang benar-benar menggunakan alat-alat ini, apakah kebijakan tetap andal di bawah tekanan, dan apakah verifikasi terdesentralisasi terbukti praktis dalam skala besar. Pertanyaan-pertanyaan tersebut masih layak mendapat perhatian yang saksama.
Meskipun begitu, saya pikir Newton sedang mengajukan salah satu pertanyaan paling penting dalam AI saat ini: bukan “Apa yang bisa dilakukan agen otonom?” melainkan “Apa yang seharusnya diizinkan untuk mereka lakukan?”
Perbedaan itu mungkin terlihat halus saat ini, tetapi jika AI terus mengambil alih tanggung jawab finansial dan onchain, perbedaan tersebut bisa menjadi batas antara otomatisasi yang hanya digunakan orang dan otomatisasi yang benar-benar mereka percayai.
#newt $NEWT