Krisis Timur Tengah telah memasuki fase yang lebih berbahaya setelah serangan udara AS berturut-turut pada malam kedua di wilayah Iran. Menurut otoritas Iran, negara tersebut merespons dengan melancarkan serangan yang menargetkan apa yang mereka sebut sebagai pangkalan militer AS dan pusat-pusat strategis di Bahrain, Kuwait, dan Qatar.
Pejabat Iran mengatakan serangan AS terbaru mengakibatkan 14 kematian dan 78 orang terluka selama dua hari. Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa kota di sepanjang Selat Hormuz, termasuk Bushehr, Chabahar, Bandar Abbas, dan Sirik, sehingga menimbulkan kekhawatiran atas keamanan salah satu koridor energi dan pelayaran terpenting di dunia.
Presiden AS Donald Trump menggambarkan operasi militer tersebut sebagai "pembalasan" atas apa yang menurut pemerintahannya merupakan serangan-serangan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz. Iran mengecam keras serangan itu, memperingatkan bahwa tindakan militer lebih lanjut dapat memicu respons tambahan di seluruh kawasan.
Sementara itu, pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran yang dibunuh, Ali Khamenei, dijadwalkan berlangsung hari ini di kampung halamannya di Mashhad, setelah arak-arakan pemakaman besar yang dihadiri jutaan orang di kota-kota Irak Najaf dan Karbala, menurut media pemerintah Iran.
Pasar global tetap siaga sementara para investor memantau perkembangan secara saksama. Gangguan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz dapat berdampak signifikan pada harga minyak, perdagangan global, dan aset berisiko, termasuk kripto.
Pasar Mengawasi:
Para pedagang sebaiknya tetap berhati-hati karena ketegangan geopolitik terus mendorong volatilitas di pasar minyak, saham, emas, dan aset digital.
Artikel ini didasarkan pada klaim dan pernyataan yang dikaitkan kepada pihak-pihak terkait. Rincian masih perlu diverifikasi secara independen seiring situasi terus berkembang.
