@NewtonProtocol Dulu saya mengira bagian tersulit dari AI agent adalah mencegah mereka sebelum mereka membuat kesalahan.

Sekarang saya pikir masalah yang lebih sulit mungkin muncul setelah tindakan itu sudah dilakukan.

Begitu sebuah agent bertindak, bisakah siapa pun menjelaskan mengapa itu diperbolehkan?
Catatan onchain yang normal bisa menampilkan wallet, jumlah, kontrak, timestamp, dan hasil. Itu penting, tetapi sebagian besar hanya menjawab satu pertanyaan:

Apa yang terjadi?

Agentic DeFi mungkin perlu jawaban kedua:

Mengapa tindakan ini dapat diterima pada saat itu?

Di sinilah @NewtonProtocol menjadi menarik bagi saya. Lapisan tersembunyi mungkin tidak hanya berisi izin sebelum eksekusi. Ia bisa jadi memori izin setelah eksekusi.

Sistem yang serius harus mempertahankan kebijakan yang lolos, pengesahan operator, konteks yang aktif, dan apakah niat awal masih valid ketika eksekusi terjadi.

Tanpa memori itu, tindakan agent bisa saja valid secara teknis, tetapi sulit dipertahankan kemudian.

Dengan memori itu, sistem meninggalkan jalur kembali ke keputusan.

Lapisan kebijakan Newton Protocol, audit trail, akuntabilitas operator, dan penyelesaian sengketa mengarah pada struktur seperti itu.

Mungkin risiko masa depan bukan hanya agent yang bertindak onchain.

Mungkin itu adalah agent yang bertindak tanpa memori tentang mengapa kita mempercayai mereka.

#newt $NEWT

AI agent di DeFi membutuhkan lebih dari sekadar eksekusi. Yang paling penting adalah?
Permission before action ✅
Memory after action 🧠
Faster execution ⚡
Lower fees 💸
10 jam lagi