@NewtonProtocol
Agen AI semakin mampu mengelola wallet, mengeksekusi perdagangan, dan berinteraksi dengan smart contract. Namun, memberi agen otonom akses onchain tanpa batas menghadirkan tantangan keamanan yang serius.

Bagaimana jika agen AI dikompromikan, dimanipulasi melalui prompt injection, atau sekadar membuat keputusan yang salah?

Di sinilah @NewtonProtocol menyediakan solusi yang kuat.

Alih-alih mempercayai agen AI secara membabi buta, Newton menempatkan lapisan kebijakan yang dapat diprogram di antara niat agen dan eksekusi transaksi. Setiap transaksi dievaluasi oleh jaringan operator terdesentralisasi milik Newton sebelum mencapai blockchain.

Pengembang dapat menentukan pagar pengaman kustom seperti:

• Batas maksimum pengeluaran per transaksi
• Daftar allowlist kontrak yang disetujui
• Izin pada tingkat fungsi
• Batas laju per jam atau per hari
• Pembatasan alamat tujuan
• Persetujuan manusia untuk transaksi bernilai tinggi

Hanya ketika transaksi memenuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan ini, Newton menghasilkan attestation kriptografis BLS yang memungkinkan eksekusi. Jika kebijakan dilanggar, transaksi ditolak sebelum dana berpindah.

Berbeda dengan izin wallet yang dikodekan secara tetap, kebijakan Newton bersifat fleksibel, dapat diperbarui, dan dapat diverifikasi tanpa perlu melakukan redeploy smart contract. Ini memungkinkan agen AI tetap otonom sambil beroperasi dalam batas keamanan yang jelas.

Seiring AI menjadi bagian yang lebih besar dari infrastruktur Web3, otomatisasi yang aman akan sama pentingnya dengan otomatisasi yang cerdas. Newton Protocol membangun fondasi yang tepat—di mana setiap tindakan otonom tetap bertanggung jawab, dapat diaudit, dan dikendalikan oleh kebijakan.

@NewtonProtocol

#newt $NEWT