🚨 🚨
Meski fokus waktunya menyoroti kekacauan makro dan penurunan harga, data on-chain menampilkan salah satu sinyal paling bersejarah yang pernah kami lihat dalam beberapa tahun terakhir.
📉 Statistik Mega:
Terendah Bersejarah: Pasokan Bitcoin di bursa terpusat resmi merosot ke level terendahnya sejak 2017.
Total Squeeze: Saat ini, jumlah Bitcoin yang tersimpan di bursa dan tersedia untuk dijual segera lebih sedikit dibandingkan saat titik terendah pasar beruang 2018, crash COVID Maret 2020, puncak pasar bull 2021, dan kehancuran FTX pada 2022.
Ethereum Juga: Pasokan ETH di bursa juga mengalami penurunan besar, turun ke level terendah sejak 2015.
🔍 Mengapa Ini Penting:
Perubahan Menuju Self-Custody: Ketika likuiditas di bursa menurun, itu menandakan para pemegang sedang menarik koin mereka ke wallet self-custody, bukan menyimpannya di platform untuk dijual secara instan.
Tekanan Jual yang Berkurang: Penarikan besar-besaran ini menandakan berkurangnya tekanan jual segera dan mengarah pada akumulasi besar oleh pemegang jangka panjang.
Divergensi Makro: “Supply squeeze” bersejarah ini sedang terbentuk langsung di tengah menghadapi tekanan angin sakal makro utama, termasuk kenaikan imbal hasil JGB dan runtuhnya gencatan senjata AS-Iran. Ketegangan geopolitik ini baru-baru ini mendorong BTC turun mendekati level $62.000.
Kasus on-chain struktural untuk Bitcoin terus berkembang, bahkan ketika kondisi makro terus mengujinya. Apakah Anda memanfaatkan penurunan geopolitik ini untuk mengakumulasi, atau Anda sedang menunggu dengan uang tunai sampai situasinya mereda? Mari diskusikan di komentar! 👇
#BTCExchangeSupplyFallsTo9YearLow #LABUSDT #EVAAUSDT #USStrikes80PlusIranianTargets #OilJumpsBondsSlideAfterUSStrikesOnIran




