Bayangkan sebuah agen AI mengelola aset digital Anda saat Anda tidur.

Ia menganalisis pasar dalam hitungan detik.

Ia mendeteksi sebuah peluang.

Ia menjalankan serangkaian transaksi.

Saat Anda bangun, Anda mendapati bahwa portofolio Anda mengalami kerugian besar.

Pertanyaan pertama yang muncul di benak Anda sederhana:

Siapa yang bertanggung jawab?

AI itu?

Pengembang yang merancangnya?

Protokol yang menjalankan transaksi-transaksi itu?

Atau Anda sendiri, yang mempercayakan misi itu kepadanya?

Semakin saya mempelajari perkembangan Web3, semakin saya yakin bahwa pertanyaan ini akan menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

Hari ini, kita sering membicarakan performa, otomatisasi, dan kecepatan.

Tapi besok, kita akan lebih banyak membahas tanggung jawab.

Sebuah kecerdasan buatan bisa mengambil keputusan dalam hitungan milidetik.

Masih perlu memastikan bahwa keputusan-keputusan ini mematuhi aturan yang didefinisikan dengan jelas.

Itulah tepatnya yang membuat saya terdorong untuk mendalami Newton Protocol.

Pendekatannya tentang lapisan otorisasi (Authorization Layer) tidak hanya berusaha mengotomatisasi interaksi. Ia juga membuka jalan bagi sebuah kerangka di mana beberapa tindakan dapat diajukan pada kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya sebelum dieksekusi.

Menurut saya, refleksi ini jauh melampaui aspek teknis.

Ini mengajukan pertanyaan tentang kepercayaan.

Di dunia di mana agen AI akan semakin mandiri, apakah kita harus memberi mereka kebebasan penuh... atau menetapkan batasan sejak awal?

Saya pikir inovasi yang sesungguhnya tidak akan hanya terletak pada AI yang mampu bertindak sendiri.

Dia akan tinggal dalam kapasitas kami untuk menetapkan aturan yang akan memandu keputusan mereka.

Dan itulah visi yang membuat Newton Protocol sangat menarik untuk diikuti.

Karena pada akhirnya, sebuah teknologi tidak menginspirasi kepercayaan ketika ia bisa melakukan semuanya.

Ia menginspirasi kepercayaan ketika ia juga tahu apa yang tidak boleh ia lakukan.

Dan Anda, apakah Anda berpikir bahwa sebuah agen AI harus selalu memiliki kata terakhir, atau apakah beberapa keputusan perlu memerlukan otorisasi manusia?

Saya sangat ingin mengetahui pendapat Anda.

$NEWT #Newt