Saya sudah banyak berpikir tentang ke mana arah perdagangan yang didukung AI, dan menurut saya tantangan terbesar bukanlah membuat AI menjadi lebih pintar. Menurut saya, tantangan sesungguhnya adalah membuat AI lebih tepercaya.

Kebanyakan platform perdagangan otomatis masih bergantung pada infrastruktur terpusat. Artinya, pengguna sering kali harus mempercayakan pihak ketiga untuk eksekusi, izin, atau data sensitif. Secara pribadi, saya tidak yakin itu adalah arah yang seharusnya diambil oleh keuangan terdesentralisasi.

Itulah sebabnya Newton Protocol menarik perhatian saya. Saya melihatnya sebagai upaya untuk menggabungkan otomatisasi berbasis AI dengan blockchain dengan cara yang mengutamakan kendali pengguna. Alih-alih meminta orang untuk membabi buta mempercayai sebuah platform, ini mengeksplorasi model di mana otomatisasi dapat beroperasi dalam aturan yang ditetapkan pengguna, sambil tetap memanfaatkan transparansi dari infrastruktur terdesentralisasi.

Saya percaya AI berada pada performa terbaiknya saat membantu orang membuat keputusan yang lebih baik—bukan saat menggantikan kendali mereka. AI bisa menganalisis pasar lebih cepat daripada yang pernah bisa saya lakukan, tetapi saya tetap ingin ada batas yang jelas mengenai apa yang diizinkan untuk dilakukannya.

Saya tidak mengatakan bahwa AI atau protokol apa pun dapat menghilangkan risiko perdagangan—itu tidak bisa. Namun saya yakin masa depan akan dimiliki oleh sistem yang membuat otomatisasi lebih transparan, dapat diverifikasi, dan bertanggung jawab. Jika Newton Protocol terus mengejar arah tersebut, saya percaya itu turut berkontribusi pada percakapan yang sangat dibutuhkan tentang seperti apa seharusnya perdagangan otomatis berbasis AI yang aman.

@NewtonProtocol
$NEWT
#Newt