Pasar keuangan kembali merasakan dampak ketegangan geopolitik pada hari Rabu ini, setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa gencatan senjata rapuh yang baru-baru ini ditetapkan dengan Iran telah berakhir.

Pernyataan itu memunculkan kembali kekhawatiran di kalangan investor, yang kembali menilai risiko kemungkinan eskalasi militer di Timur Tengah dan dampak potensialnya terhadap ekonomi global.

Saat bertemu di sela-sela pertemuan dengan sekretaris jenderal Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO), Mark Rutte, dalam KTT aliansi di Ankara, Trump menyatakan bahwa kesepahaman antara kedua negara sudah tidak berlaku lagi setelah serangan udara baru.

Menurut presiden Amerika Serikat, memorandum of understanding dan perjanjian gencatan senjata dengan Iran “telah berakhir”, sehingga meningkatkan ketidakpastian mengenai langkah-langkah berikutnya dalam konflik tersebut.

Minyak melonjak sementara Bitcoin kehilangan tenaga

Reaksi pasar terjadi seketika.

Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik sekitar 5%, menembus level US$ 74 per barel, mencerminkan kekhawatiran potensi dampak terhadap pasokan energi global jika ketegangan meningkat.

Di pasar mata uang kripto, pergerakannya justru berlawanan. Bitcoin (BTC) kembali mendapat tekanan jual dan turun ke sekitar US$ 62 ribu, dengan akumulasi penurunan sekitar 2% sejak awal hari.

Aset lain yang berkaitan dengan sikap terhadap risiko juga terdampak. Kontrak berjangka yang terkait dengan indeks Nasdaq turun sekitar 1,2%, diperdagangkan mendekati 29 ribu poin.

Investor kembali mencari keamanan

Gelombang ketidakpastian baru telah mendorong para peserta pasar untuk mengurangi eksposur terhadap aset yang lebih volatil dan mengikuti dengan cermat perkembangan peristiwa di Timur Tengah.

Minyak kembali menjadi pusat perhatian karena peran strategis kawasan tersebut dalam produksi dan distribusi energi, sementara Bitcoin, meski oleh sebagian investor dianggap sebagai alternatif keuangan global, tetap sensitif terhadap pergerakan aversi risiko di pasar tradisional.

Dengan situasi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran kembali mendapat tekanan, investor tetap waspada terhadap kejadian-kejadian baru yang dapat menentukan arah pasar pada sesi-sesi berikutnya.