#BTCSharpeRatioFallsToLowestSince2022 #BitcoinFailsToHold$64.4K #KospiFalls4.91%TriggersCircuitBreaker #BitcoinUpNearly7%ThisWeek #GoldRetreatsFromTwoWeekHigh $GOOGLB $NVDAB $METAB Fungsi token
Token dapat dianggap sebagai semacam kupon digital, dan fungsi masing-masing token dapat berbeda-beda. Ini sering kali merupakan mata uang yang dirancang untuk membiayai proyek baru. Dalam kasus ini, investor mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang pertama berinvestasi pada sebuah kripto yang belum beredar. Jika proyek tersebut berhasil, nilai token juga akan meningkat.
Token bisa memiliki makna selain nilai moneter. Contohnya adalah “DAO” (eng.: “decentralized autonomous organization”) yang dibangun berdasarkan blockchain “Etherum”. Dengan demikian, pemilik token di masa depan yang diterbitkan selama “ICO” memperoleh hak suara dalam organisasi yang akan dibentuk. Jadi, di sini token mengingatkan pada saham klasik saat ini. Bedanya, di sini yang dibahas bukanlah sebuah perusahaan, melainkan sebuah organisasi digital.
Contoh lainnya adalah “Storjcoins”. Ini adalah token yang dijual selama “ICO” oleh “Stroj.io” (sebuah perusahaan yang menyediakan teknologi penyimpanan digital terdesentralisasi (cloud)). Storjcoins dapat diperdagangkan seperti kripto biasa atau digunakan untuk membeli layanan penyimpanan dari Stroj.io. Dengan demikian, token yang dijual selama ICO tidak dimaksudkan untuk digunakan semata-mata sebagai alat investasi.
Token dapat dianggap sebagai semacam kupon digital, dan fungsi masing-masing token dapat berbeda-beda. Ini sering kali merupakan mata uang yang dirancang untuk membiayai proyek baru. Dalam kasus ini, investor mendapatkan kesempatan untuk menjadi yang pertama berinvestasi pada sebuah kripto yang belum beredar. Jika proyek tersebut berhasil, nilai token juga akan meningkat.
Token bisa memiliki makna selain nilai moneter. Contohnya adalah “DAO” (eng.: “decentralized autonomous organization”) yang dibangun berdasarkan blockchain “Etherum”. Dengan demikian, pemilik token di masa depan yang diterbitkan selama “ICO” memperoleh hak suara dalam organisasi yang akan dibentuk. Jadi, di sini token mengingatkan pada saham klasik saat ini. Bedanya, di sini yang dibahas bukanlah sebuah perusahaan, melainkan sebuah organisasi digital.
Contoh lainnya adalah “Storjcoins”. Ini adalah token yang dijual selama “ICO” oleh “Stroj.io” (sebuah perusahaan yang menyediakan teknologi penyimpanan digital terdesentralisasi (cloud)). Storjcoins dapat diperdagangkan seperti kripto biasa atau digunakan untuk membeli layanan penyimpanan dari Stroj.io. Dengan demikian, token yang dijual selama ICO tidak dimaksudkan untuk digunakan semata-mata sebagai alat investasi.