Pernah juga saya datang untuk mengurus prosedur penerimaan sebuah kiriman.

Penanggung jawab pada hari itu tiba-tiba tidak masuk.

Seorang pria lainnya keluar ke meja loket, memeriksa dokumen, lalu menandatangani konfirmasi agar barang bisa dikeluarkan dari gudang.

Semuanya berjalan sangat normal.

Tapi setelah itu saya baru tahu, yang menjadi perhatian perusahaan bukanlah siapa dia.

Namun saat penandatanganan, apakah dia benar-benar mewakili peran yang berwenang untuk mengambil keputusan tersebut?

Kedengarannya mirip.

Tapi sebenarnya itu dua pertanyaan yang benar-benar berbeda.

Kita sering berpikir sebuah sistem hanya perlu mengetahui identitas pihak yang sedang melakukan.

Setelah terverifikasi.

Kenalilah orang yang tepat.

Begitu saja.

Belakangan aku baru sadar, identitas hanya mampu menjawab “siapa yang sedang berdiri di depan sistem.”

Ia belum bisa menjawab “keputusan ini sedang dibuat atas nama siapa.”

Hal itu membuatku cukup sering berpikir saat membaca tentang @NewtonProtocol.

Hal yang menurutku menarik bukan terletak pada kenyataan bahwa policy hanya memverifikasi satu identitas.

Maksudnya, sebuah eksekusi tidak hanya membawa nama orang yang menjalankannya.

Ia juga menyertakan peran, cakupan, dan kapasitas yang diwakili oleh eksekusi itu.

Perbedaan itulah yang menurutku patut dipikirkan.

Orang yang sama.

Namun ketika mewakili peran yang berbeda-beda, makna dari eksekusi yang sama bisa berubah total.

Pada saat itu, hal yang perlu dinilai oleh policy tidak lagi semata-mata “orang yang benar”.

Lalu, apakah eksekusi ini benar-benar sedang dijalankan dengan kapasitas yang diterima oleh sistem?

Saling sanggah.

Jika semua keputusan hanya didasarkan pada identitas, sistem akan sangat mudah mengabaikan perbedaan antara manusia dan peran yang mereka wakili pada saat eksekusi berlangsung.

Tapi jika hanya melihat perannya sambil mengabaikan identitas, tanggung jawab personal juga jadi kabur.

Mungkin dua hal itu tak pernah benar-benar menjadi pengganti satu sama lain.

Yang ingin kulihat dari @NewtonProtocol bukan cuma kemampuan untuk memverifikasi sebuah identitas.

Melainkan bagaimana policy memahami eksekusi itu dijalankan atas kapasitas apa, alih-alih menganggap mengetahui siapa pelakunya sudah cukup untuk mengambil keputusan.

Bagiku, sebuah authorization layer yang tepercaya tidak hanya tahu siapa yang meminta eksekusi.

Ia juga harus memahami eksekusi itu mewakili apa.

#Newt $GOOGLB $LAB $NEWT