META DISERANG. DAN KALI INI, BUKAN SOAL PERSAINGAN. INI SOAL KESELAMATAN ANAK.

India, pasar terbesar Meta di dunia, mengeluarkan peringatan keras setelah sebuah investigasi BBC mengungkap bahwa iklan berbayar di Instagram diduga mempromosikan Materi Eksploitasi dan Pelecehan Seksual Anak (CSEAM).

Pesan pemerintah India sangat jelas:

Hapus setiap iklan dan setiap konten yang terkait dengan eksploitasi anak. Segera.

Meta juga diperintahkan untuk memberikan penjelasan rinci dalam waktu 7 hari.

Ini bukan terjadi di pasar kecil.
India adalah mesin penggerak digital Meta:
• 480+ juta pengguna Instagram
• 400+ juta pengguna Facebook
• Ratusan juta pengguna WhatsApp, menjadikannya pasar terbesar platform tersebut di seluruh dunia.

Dan Instagram bukan satu-satunya platform yang berada di bawah tekanan.

Beberapa hari sebelumnya, WhatsApp menerima peringatan pemerintah terkait fitur nama pengguna yang direncanakannya, dengan regulator India berargumen bahwa fitur itu dapat meningkatkan risiko kejahatan siber. Meta membela fitur tersebut sebagai peningkatan privasi yang penting, tetapi regulator meminta pengawasan yang lebih ketat.

Tekanan terhadap Meta kini datang dari berbagai arah.

Di awal tahun ini, Komisi Eropa juga menyimpulkan dalam temuan awalnya bahwa Meta gagal mencegah anak di bawah 13 tahun mengakses platformnya secara memadai. Jika temuan tersebut dikonfirmasi, perusahaan bisa menghadapi denda hingga 6% dari pendapatan tahunan globalnya.

Pesan dari regulator di seluruh dunia makin sulit untuk diabaikan:

Ketika sebuah platform menjangkau miliaran orang, melindungi anak bukanlah pilihan.

Algoritme tidak bisa menjadi alasan.
Skala tidak bisa menjadi kekebalan.
Dan keuntungan tidak pernah boleh mengalahkan keselamatan anak.

Era "bergerak cepat dan merusak sesuatu" kini berbenturan dengan kenyataan bahwa platform digital juga harus bertanggung jawab atas apa yang mereka sebarkan.

#Binance $BTC