VVV kontroversinya sudah ada jawabannya. Mitra pengelola Dragonfly, Haseeb, turun tangan langsung untuk meluruskan:

Pertama, Venice adalah perusahaan terpusat, bukan jaringan terdesentralisasi. VVV tidak mewakili ekuitas, dan juga tidak mewakili kepemilikan perusahaan—jangan terus memaksakan logika saham tradisional.

Kedua, VVV sebenarnya bisa digunakan untuk apa? Anda mengagunkan (collateral) untuk mencetak DIEM, lalu menukar dengan hak penggunaan kapasitas komputasi inferensi (penalaran) milik Venice. Selain itu, Anda juga memperoleh hak atas produk seperti Venice Pro—pada intinya, ini adalah bukti hak pakai.

Ketiga, mekanisme buyback & burn: Venice menggunakan pendapatan bisnis untuk membeli kembali dan membakar VVV, sehingga memperkecil jumlah yang beredar.

Keempat, pendiri sebelumnya sudah menyelesaikan pendanaan ekuitas tradisional (Dragonfly memimpin pada putaran A senilai 65 juta dolar AS pada bulan Juli). Jadi, mereka tidak akan begitu saja memberikan porsi ekuitas perusahaan yang besar secara gratis kepada pemegang token.

Pandangan pribadi: klarifikasi ini pada dasarnya mengkategorikan VVV sebagai "token berbasis utilitas", bukan "ekuitas terselubung". Bagi pemegangnya, penopang nilai = kebutuhan inferensi AI Venice + intensitas buyback, bukan valuasi perusahaan. Pikirkan baik-baik sebelum ikut masuk.

#Venice #AI代币 $VVV