🚨 #CryptoHacksHit207InH1WithLosses$972M 🚨
Laporan baru dari perusahaan forensik blockchain TRM Labs mengungkapkan bahwa meskipun frekuensi peretasan kripto mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada paruh pertama 2026, jumlah total dana yang dicuri justru menurun secara signifikan. Berikut rincian dari
📉 Angkanya
Rekaman Insiden: Penyerang melakukan 207 peretasan terpisah pada H1 2026, lebih dari dua kali lipat dibanding 83 insiden yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu.
Total Kerugian Turun: Meski serangan meningkat, total kerugian mencapai $972 juta, kurang dari setengah dari $2,3 miliar yang dicuri pada paruh pertama 2025.
Lonjakan Q2: Kuartal kedua saja mencetak rekor baru dengan 123 insiden.
Kerugian Rata-rata: Rata-rata peretasan kini menghasilkan sekitar $219.000 kerugian.
🔍 Vektor Serangan
Eksploitasi Kontrak Cerdas: Ini menyumbang mayoritas insiden, yaitu 125 dari 207 total serangan. Namun, kontribusinya terhadap total uang yang dicuri hanya sedikit.
Kompromi Infrastruktur: Meskipun kompromi infrastruktur dan operasional hanya menyumbang sekitar 15% dari insiden, mereka mendorong kira-kira 76% dari total nilai yang dicuri.
🇰🇵 Faktor Korea Utara
Pencurian Utama: Aktor yang terkait dengan Korea Utara bertanggung jawab atas sekitar $643 juta, yang mewakili kurang lebih 66% dari semua dana yang dicuri pada paruh pertama.
Kerugian Terkonsentrasi: Hampir semuanya berasal dari dua serangan besar pada April: Drift Protocol kehilangan sekitar $285 juta, dan KelpDAO kehilangan sekitar $292 juta.
Intinya: Meluasnya permukaan serangan protokol DeFi dan kontrak pintar mendorong kenaikan yang stabil dalam jumlah peretasan. Namun, penurunan kerugian finansial secara keseluruhan mencerminkan tidak adanya peretasan besar (mega-hacks) selevel yang terjadi pada 2025, bukan penurunan risiko secara keseluruhan.
#CryptoSecurity #BlockchainNews #KospiRises2.7%OnChipRally #TLM




