ETF terus mengalami arus keluar selama 8 minggu berturut-turut, menciptakan rekor terpanjang dalam sejarah—tapi BTC justru naik 3,6% minggu ini.
Data yang berlawanan dengan akal sehat ini sudah lama saya pikirkan. Semua orang bilang "institusi sedang bergerak, cepat ikut jual". Jika benar semua institusi sedang keluar, lalu siapa yang sedang membeli?
Jawabannya ada di dalam blockchain.
F2Pool co-founder Wang Chun, pada Juni melakukan pembelian saat harga turun (bottom picking) sebanyak 70.600 ETH dan 966 WBTC, menghabiskan hampir 180 juta dolar AS. Beberapa hari ini, BTC memantul; ia memindahkan sebagian posisi ke Binance, dengan keuntungan mengambang sebesar 3,4 juta dolar. Bukan kabur, melainkan mengunci profit.
Ada juga alamat baru: dalam 4 hari terakhir, ia menarik 24.694 ETH dan 211,5 WBTC dari Binance, menghabiskan 53,51 juta dolar AS. Keuntungan mengambang sebesar 3,61 juta. Dan ia masih terus membeli.
Tim Draper secara terbuka mengatakan "Saya tidak pernah mengutak-atik bitcoin saya", dan tetap memandang (harganya) ke 250 ribu dolar. Portnoy lebih ekstrem: BTC yang dia beli di posisi tinggi seharga 100 ribu dolar mengalami floating loss beberapa juta, tapi dia bilang "sekalipun jadi nol, tidak akan dijual" (meskipun sejarah gelap dia soal meme rug pull juga memang cukup banyak).
Arus keluar ETF menandakan apa? Itu menandakan dana dari keuangan tradisional sedang kabur. Tapi ini tidak berarti dana asli kripto juga ikut keluar. Paus besar, para penambang, dan bos bursa—kelompok ini sedang mengumpulkan (akumulasi) saat ETF menekan harga.
Pasar tidak pernah menjadi permainan satu pembeli saja. Saat semua orang panik karena menyoroti arus keluar ETF, ada kelompok lain yang diam-diam menjadi pembeli. Inilah sebabnya ETF terus berjalan, sementara BTC naik.