Lanjutkan ngobrol hal-hal yang berisi. Di pasar, apa pun itu—memainkan “palsu” (meniru), skema besar Ethereum atau saham AS, teknikal juga, indikator juga, monitoring juga, AI otomatisasi juga—monitoring terhadap arus berita juga. Intinya, banyak hal bermunculan. Selalu ada orang yang mengembangkan perangkat lunaknya sendiri, memantau dan menggali informasi yang menguntungkan dirinya, membantu trading, serta meningkatkan probabilitas kemenangan dan rasio untung-rugi.
Di balik uang ada pengorbanan: riset dan pengembangan. Riset terhadap arus berita, riset informasi tim, memantau data di on-chain, menentukan market maker mana dan juga gaya mereka dalam mengendalikan order. Pada akhirnya semuanya membentuk strategi. Semua itu bermuara pada satu hal: meningkatkan rasa percaya diri. Tidak bisa bertahan (egangannya lemah) karena tidak percaya diri. Tidak percaya diri karena bingung—karena kamu tidak paham, karena kamu tidak meneliti, karena kamu tidak bersungguh-sungguh, karena kamu tidak menyediakan alat yang membantu tradingmu.
Menghasilkan uang bukan soal keberuntungan. Menghasilkan uang adalah tentang percaya diri. Kepercayaan diri lahir dari riset—dari penggalian mendalam—dari menemukan informasi yang menguntungkan dirimu. Saat kamu mendapatkan informasi penting, kamu akan melihat bahwa naik-turun semuanya masih dalam perkiraanmu. Saat terjadi shakeout, kamu juga akan tetap tegas; kamu tidak akan buta. Karena jika buta, itu tidak lain karena kamu belum melakukan riset dan penelitan (投研).
Misalnya, pada rantai koin “妖币” (koin musiman/penjahat) bisa dilihat dari konsentrasi kepemilikan koin (on-chain), dari volume open interest/posisi pada kontrak turunan tingkat dua, dari biaya (cost) yang digunakan pihak utama untuk membangun posisi, ketika volume tiba-tiba meledak, adanya pergerakan tak wajar (异动), dan sebagainya. Kapan pihak utama mulai mengendalikan (操盘) juga bisa dilihat melalui pengamatan di atas.
Jadi, kamu harus tahu kamu kekurangan apa. Kekurangan apa, tambal; yang tidak bisa, pelajari. Singkatnya, cara meningkatkan diri hanya satu: tingkatkan dirimu, melampaui dirimu sendiri.
Jangan bilang apa pun soal “mental”, manajemen posisi (仓位管理). Jangan juga menyembah keberadaan dewa. Kamu ini manusia. Kamu punya hati. Kamu akan terpancing emosi, kamu akan marah, kamu akan senang, dan di dalam diri pasti ada fluktuasi. Mental yang tidak stabil itu hal yang normal.
Kalau kamu cuma punya sepuluh ribu, lalu kamu bermain koin, apakah mentalmu bisa baik? Bisa jadi kamu akan bangkit jadi lebih baik? Karena kamu ingin balik nasib si “kaum pinggiran” (逆袭), jadi kamu jadi agresif; posisi terlalu besar, maka mental otomatis memburuk.
Kalau kamu punya satu juta, lalu kamu mengalokasikan sepuluh ribu untuk bermain koin, apakah mentalmu bisa buruk? Seharusnya tidak. Karena untung-rugi seolah tidak terlalu penting. Jadi bagaimana seharusnya mengelola mental? Intinya: kalau uang banyak, mental tidak perlu diatur; kalau uang sedikit, mental tidak bisa dikendalikan. Seperti kalimat yang sering beredar di internet tentang gempa bumi Sichuan: “Guncangan kecil tidak perlu lari, guncangan besar tidak bisa lari.”
Di balik uang ada pengorbanan: riset dan pengembangan. Riset terhadap arus berita, riset informasi tim, memantau data di on-chain, menentukan market maker mana dan juga gaya mereka dalam mengendalikan order. Pada akhirnya semuanya membentuk strategi. Semua itu bermuara pada satu hal: meningkatkan rasa percaya diri. Tidak bisa bertahan (egangannya lemah) karena tidak percaya diri. Tidak percaya diri karena bingung—karena kamu tidak paham, karena kamu tidak meneliti, karena kamu tidak bersungguh-sungguh, karena kamu tidak menyediakan alat yang membantu tradingmu.
Menghasilkan uang bukan soal keberuntungan. Menghasilkan uang adalah tentang percaya diri. Kepercayaan diri lahir dari riset—dari penggalian mendalam—dari menemukan informasi yang menguntungkan dirimu. Saat kamu mendapatkan informasi penting, kamu akan melihat bahwa naik-turun semuanya masih dalam perkiraanmu. Saat terjadi shakeout, kamu juga akan tetap tegas; kamu tidak akan buta. Karena jika buta, itu tidak lain karena kamu belum melakukan riset dan penelitan (投研).
Misalnya, pada rantai koin “妖币” (koin musiman/penjahat) bisa dilihat dari konsentrasi kepemilikan koin (on-chain), dari volume open interest/posisi pada kontrak turunan tingkat dua, dari biaya (cost) yang digunakan pihak utama untuk membangun posisi, ketika volume tiba-tiba meledak, adanya pergerakan tak wajar (异动), dan sebagainya. Kapan pihak utama mulai mengendalikan (操盘) juga bisa dilihat melalui pengamatan di atas.
Jadi, kamu harus tahu kamu kekurangan apa. Kekurangan apa, tambal; yang tidak bisa, pelajari. Singkatnya, cara meningkatkan diri hanya satu: tingkatkan dirimu, melampaui dirimu sendiri.
Jangan bilang apa pun soal “mental”, manajemen posisi (仓位管理). Jangan juga menyembah keberadaan dewa. Kamu ini manusia. Kamu punya hati. Kamu akan terpancing emosi, kamu akan marah, kamu akan senang, dan di dalam diri pasti ada fluktuasi. Mental yang tidak stabil itu hal yang normal.
Kalau kamu cuma punya sepuluh ribu, lalu kamu bermain koin, apakah mentalmu bisa baik? Bisa jadi kamu akan bangkit jadi lebih baik? Karena kamu ingin balik nasib si “kaum pinggiran” (逆袭), jadi kamu jadi agresif; posisi terlalu besar, maka mental otomatis memburuk.
Kalau kamu punya satu juta, lalu kamu mengalokasikan sepuluh ribu untuk bermain koin, apakah mentalmu bisa buruk? Seharusnya tidak. Karena untung-rugi seolah tidak terlalu penting. Jadi bagaimana seharusnya mengelola mental? Intinya: kalau uang banyak, mental tidak perlu diatur; kalau uang sedikit, mental tidak bisa dikendalikan. Seperti kalimat yang sering beredar di internet tentang gempa bumi Sichuan: “Guncangan kecil tidak perlu lari, guncangan besar tidak bisa lari.”
