#BTC☀️
Pindahkan lamaran ke ketinggian 443 meter: mengapa romansa ini membuat seluruh New York menengadah?

Ada yang melamar sambil menyediakan makan di restoran, ada juga yang menyewa kapal pesiar. Namun pasangan ekstrem dari Rusia, Angela Nikolau dan Ivan Beerkus, memilih opsi ketiga: memanjat antena Gedung Empire State, sambil sekalian memasukkan biaya pengacara ke dalam tagihan romansa.

Pada 1 Juli 2026, keduanya memasuki area terlarang di Gedung Empire State dan memanjat hingga ke puncak antena siaran tanpa perlindungan tali pengaman. Tepatnya, mereka tidak memanjat dari lantai satu menyusuri dinding luar sampai 443 meter; melainkan mereka mencapai ketinggian tertentu, lalu melanjutkan pendakian ke arah antena. Di ketinggian, mereka membentangkan spanduk hitam, lalu turun ke platform yang lebih lebar. Ivan berlutut satu kaki, dan Angela menerima lamaran. Setapak berikutnya, yang menyambut mereka adalah polisi New York.

Spanduk tersebut bertuliskan: “When the power of love beats the love of power, the world knows peace.” Arti dalam bahasa Mandarin: “Ketika kekuatan cinta mengalahkan keterpesonaan pada kekuasaan, dunia pun mengerti kedamaian.”

Mengapa mereka melakukan ini? Ini bukan tindakan spontan. Keduanya telah bertahun-tahun bergelut dengan “panjat atap”; jejak mereka menyebar ke berbagai negara, bahkan tampil dalam dokumenter Netflix berjudul 《The Way of the Skywalker: A Love Story》. Ivan mengatakan kepada polisi bahwa ia ingin “melakukan sesuatu yang istimewa” untuk pertunangan; ketika mereka meninggalkan pengadilan, mereka hanya mengatakan satu kalimat: “Percayalah pada cinta.” Bagi mereka, gedung-gedung tinggi adalah kerja sekaligus identitas dan panggung.

Lamaran ini sungguh membuat orang tak mudah melupakannya. Namun setelah menonton, akan muncul satu pikiran sederhana: lamaran boleh nekat, tetapi setelah menikah tetap harus menjalani kehidupan bersama. Pulang dengan selamat lebih penting daripada berdiri makin tinggi. Yuanfang, menurutmu bagaimana?