Otoritas Perilaku Keuangan Inggris (Financial Conduct Authority/FCA) pekan ini secara resmi menerbitkan kerangka regulasi aset kripto yang memungkinkan platform perdagangan luar negeri melayani pengguna Inggris melalui cabang yang diotorisasi secara lokal serta terhubung dengan infrastruktur perdagangan global.
Menurut Odaily, kerangka tersebut secara luas digambarkan oleh industri sebagai penekanan pada akses terhadap likuiditas global, meskipun implementasinya diperkirakan akan menghadapi tantangan besar kepatuhan dan persetujuan.
Berdasarkan aturan baru tersebut, pendekatan FCA dimaksudkan untuk menghindari terciptanya kumpulan likuiditas domestik yang tertutup. Kerangka ini juga memungkinkan stablecoin yang diterbitkan di luar Inggris untuk beredar di pasar Inggris, sikap yang disebut berbeda dari model Uni Eropa Markets in Crypto-Assets (MiCA).
Peraturan tersebut memperkenalkan mekanisme “Qualified Cryptoasset Trading Platform” (QCATP), yang dipandang sebagai struktur kunci untuk menghubungkan bursa global dengan pasar Inggris dan diharapkan oleh sebagian pelaku industri dapat meningkatkan efisiensi harga dan kedalaman pasar. Namun, sumber industri mengatakan bahwa FCA belum memperjelas yurisdiksi mana yang akan diakui sebagai penyedia “perlindungan regulasi yang sebanding”, dan ketidakpastian ini dapat memengaruhi keputusan perencanaan perusahaan.
Secara terpisah, peraturan terkait keuangan terdesentralisasi (DeFi) masih belum lengkap. Beberapa praktisi menyatakan kekhawatiran bahwa proposal awal dapat membatasi akses platform terpusat ke ekosistem DeFi, sehingga berpotensi membuat Inggris tertinggal dari yurisdiksi lain dalam inovasi terkait.
Terkait kepatuhan, para pengacara mengatakan bahwa otorisasi di bawah kerangka baru Financial Services and Markets Act dapat sangat ketat. Data historis yang dikutip pengacara menunjukkan bahwa tingkat persetujuan pendaftaran FCA untuk anti pencucian uang berada di bawah 15%. Sistem baru ini juga diperkirakan mencakup kewajiban kepada konsumen, kecukupan modal, ketahanan operasional, serta akuntabilitas manajemen senior, sehingga meningkatkan persyaratan untuk masuk pasar.
Pelaku industri mengatakan bahwa kerangka kerja tersebut menyediakan dasar kelembagaan agar modal dapat masuk ke pasar kripto, sementara posisi Inggris akan bergantung pada kepastian regulasi dan efisiensi persetujuan dalam beberapa bulan mendatang.

