Di pasar saham A-share, ada sekitar 5.000 saham, tetapi yang benar-benar layak dipantau dalam jangka panjang jumlahnya tak lebih dari 50—hanya 1%.
Sisanya hanyalah ilusi dan kebisingan pasar.
50 saham saja sudah cukup banyak. Saham-saham itu mungkin tersebar di tak lebih dari 5 sektor inti, cukup untuk kamu amati dalam jangka panjang, bertransaksi jangka pendek, dan melakukan perdagangan bergulir.
Namun yang ajaib, lebih dari 4.500 saham lainnya tetap menjadi bahan obrolan banyak orang setiap hari, dan mereka tak pernah bosan memperjualbelikannya.
Mengapa? Karena kebisingan secara aktif menarik perhatianmu.
Di era informasi yang berlimpah, kemampuan menyaring kebisingan secara efektif adalah salah satu kemampuan inti.
Yang benar-benar membedakan satu orang dari yang lain bukanlah kemampuan mengumpulkan informasi, melainkan kemampuan memilah sinyal yang berguna dari lautan informasi.
Untuk memiliki kemampuan ini, kamu harus terlebih dahulu memiliki landasan batin yang kokoh—cara pandangmu terhadap dunia.
Trading hanyalah proyeksi pemahamanmu tentang dunia.
Pasar adalah pengungkit emosi sekaligus pembesar hasrat.
Yang kamu hadapi adalah arena pertarungan hasrat makhluk berbasis karbon, yang terus-menerus dipengaruhi oleh emosi makhluk berbasis karbon.
Karena itu, kamu harus senantiasa rendah hati dan waspada.
Sebab jika pasar merupakan kumpulan hasrat para pelakunya, maka ketidakpastian sudah pasti akan selalu menyertainya—karena sifat manusia begitu sulit diduga, apalagi jika semua sifat manusia itu berpadu………