Pasar ekuitas global untuk pekan 29 Juni – 4 Juli 2026 mengalami perputaran yang jelas setelah data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan.
📌 Pekan yang dipersingkat libur ini, dengan pasar AS tutup pada 3 Juli, memusatkan volatilitas pada sesi 2 Juli. Laporan pekerjaan bulan Juni menunjukkan payroll nonfarm hanya naik sebesar 57.000, jauh di bawah ekspektasi sekitar 114.000–115.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,2% dan pertumbuhan upah tetap di 3,5% YoY.
📊 Respons pasar mengikuti pola “berita buruk adalah berita baik”, karena data tenaga kerja yang lebih lemah mengurangi tekanan agar The Fed tetap terlalu hawkish. Imbal hasil di ujung pendek dan dolar AS melandai, mendukung sentimen risiko, sementara emas menguat seiring ekspektasi jalur kebijakan yang kurang ketat.
🔄 Tema utamanya adalah divergensi antar kelompok ekuitas. Dow Jones naik ke 52.900 dan mencapai rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 bertahan di zona positif. Namun, Nasdaq mendapat tekanan karena saham chip, AI, dan teknologi mega-cap mengalami aksi ambil untung setelah reli kuat sebelumnya.
🏦 Modal tidak sepenuhnya meninggalkan ekuitas, tetapi berputar ke sektor nilai (value) dan siklikal seperti sektor keuangan, industri, saham konsumen, serta sebagian layanan kesehatan. Dengan lebih dari dua pertiga saham S&P 500 mengalami kenaikan meski potensi kenaikan terbatas di indeks utama, keluasan pasar menunjukkan tanda perbaikan.
🌍 Eropa diperdagangkan dengan positif karena ekspektasi penurunan suku bunga dan harga minyak yang stabil mengurangi kekhawatiran inflasi. Asia lebih beragam: Jepang tertekan oleh aksi ambil untung teknologi, sementara Hong Kong masih berhasil mempertahankan kenaikan.
⚠️ Dalam waktu dekat, bias pasar tetap konstruktif namun selektif. Rilis CPI AS pada 14 Juli dan musim pendapatan Q2 akan menjadi uji penting untuk melihat apakah perputaran ke value dan siklikal dapat meluas lebih jauh, atau apakah risiko inflasi dan valuasi saham pertumbuhan berkinerja tinggi kembali menjadi titik tekanan utama.
#GlobalEquities $NVDAB $AAPL.US $GOOGL.US
📌 Pekan yang dipersingkat libur ini, dengan pasar AS tutup pada 3 Juli, memusatkan volatilitas pada sesi 2 Juli. Laporan pekerjaan bulan Juni menunjukkan payroll nonfarm hanya naik sebesar 57.000, jauh di bawah ekspektasi sekitar 114.000–115.000, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,2% dan pertumbuhan upah tetap di 3,5% YoY.
📊 Respons pasar mengikuti pola “berita buruk adalah berita baik”, karena data tenaga kerja yang lebih lemah mengurangi tekanan agar The Fed tetap terlalu hawkish. Imbal hasil di ujung pendek dan dolar AS melandai, mendukung sentimen risiko, sementara emas menguat seiring ekspektasi jalur kebijakan yang kurang ketat.
🔄 Tema utamanya adalah divergensi antar kelompok ekuitas. Dow Jones naik ke 52.900 dan mencapai rekor tertinggi baru, sementara S&P 500 bertahan di zona positif. Namun, Nasdaq mendapat tekanan karena saham chip, AI, dan teknologi mega-cap mengalami aksi ambil untung setelah reli kuat sebelumnya.
🏦 Modal tidak sepenuhnya meninggalkan ekuitas, tetapi berputar ke sektor nilai (value) dan siklikal seperti sektor keuangan, industri, saham konsumen, serta sebagian layanan kesehatan. Dengan lebih dari dua pertiga saham S&P 500 mengalami kenaikan meski potensi kenaikan terbatas di indeks utama, keluasan pasar menunjukkan tanda perbaikan.
🌍 Eropa diperdagangkan dengan positif karena ekspektasi penurunan suku bunga dan harga minyak yang stabil mengurangi kekhawatiran inflasi. Asia lebih beragam: Jepang tertekan oleh aksi ambil untung teknologi, sementara Hong Kong masih berhasil mempertahankan kenaikan.
⚠️ Dalam waktu dekat, bias pasar tetap konstruktif namun selektif. Rilis CPI AS pada 14 Juli dan musim pendapatan Q2 akan menjadi uji penting untuk melihat apakah perputaran ke value dan siklikal dapat meluas lebih jauh, atau apakah risiko inflasi dan valuasi saham pertumbuhan berkinerja tinggi kembali menjadi titik tekanan utama.
#GlobalEquities $NVDAB $AAPL.US $GOOGL.US
