Hingga data dini hari Selasa, ETF perak terbesar di dunia -- iShares Silver Trust (SLV) mengalami peningkatan kepemilikan sebesar 533,01 ton dibandingkan hari sebelumnya, menjadi peningkatan harian terbesar sejak Januari 2023, dengan total kepemilikan saat ini sebesar 16599,25 ton.
Tahun 2025 adalah tahun bersejarah untuk logam mulia, di mana emas dan perak telah memecahkan rekor sebelumnya. Meskipun kenaikan 70% pada emas sangat mengesankan, kinerja perak yang mencapai tiga digit tahun ini dengan mudah melampaui imbal hasil emas. Logam mulia menawarkan alat lindung nilai yang meyakinkan untuk menghadapi volatilitas pasar, inflasi yang berkelanjutan, dan ketegangan geopolitik.
Lonjakan eksplosif perak tahun ini tidak didorong oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh perpaduan kuat antara fundamental dan kekuatan makroekonomi.
Sangat penting untuk dicatat bahwa, menurut laporan Forbes, setelah bertahun-tahun mengalami aliran keluar, modal investasi mengalir kembali ke perak melalui ETF dan alat lainnya pada tahun 2025, memperbesar tren harga. Jelas bahwa beberapa ETF perak tahun ini telah mencapai imbal hasil sekitar 100% atau lebih, dengan aliran dana ETF yang besar sering dianggap sebagai pendorong utama kenaikan.
Para analis tetap memiliki sikap konstruktif terhadap tren perak memasuki tahun baru, sambil memperingatkan bahwa setelah lonjakan cepat pada tahun 2025, laju kenaikan mungkin akan melambat. Defisit struktural dalam penawaran dan permintaan diperkirakan akan tetap ada, memberikan dasar yang kuat untuk harga.
Dari sudut pandang investasi, berbagai lembaga terus melihat potensi kenaikan. Misalnya, BNP Paribas merangkum skenario di mana harga perak bisa mencapai 100 dolar AS per ons pada akhir 2026.
Perlu dicatat bahwa kinerja perak di tahun 2025 telah melampaui beberapa target harga 2026 yang dirilis oleh beberapa bank besar sebelumnya, termasuk proyeksi 58 dolar AS dari JPMorgan. Meskipun ini menunjukkan lonjakan yang datang lebih awal, hal ini juga menyoroti kekuatan pendorong dari fundamental.
Sentimen pasar juga mencerminkan optimisme ini, menurut survei yang dilakukan oleh Kitco News bulan ini terhadap 352 investor ritel, lebih dari 50% trader ritel memprediksi bahwa perak akan kembali menjadi logam dengan kinerja terbaik pada tahun 2026.
Singkatnya, cerita perak telah berevolusi dari sekadar permainan logam mulia menjadi taruhan langsung pada elektrifikasi global dan kemajuan teknologi.
Fxstreet melaporkan bahwa struktur teknis yang lebih luas tampaknya dengan tegas menguntungkan para trader bullish dan menunjukkan bahwa jalur dengan hambatan terendah untuk perak masih ke atas.
Tahun 2025 adalah tahun bersejarah untuk logam mulia, di mana emas dan perak telah memecahkan rekor sebelumnya. Meskipun kenaikan 70% pada emas sangat mengesankan, kinerja perak yang mencapai tiga digit tahun ini dengan mudah melampaui imbal hasil emas. Logam mulia menawarkan alat lindung nilai yang meyakinkan untuk menghadapi volatilitas pasar, inflasi yang berkelanjutan, dan ketegangan geopolitik.
Lonjakan eksplosif perak tahun ini tidak didorong oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh perpaduan kuat antara fundamental dan kekuatan makroekonomi.
Sangat penting untuk dicatat bahwa, menurut laporan Forbes, setelah bertahun-tahun mengalami aliran keluar, modal investasi mengalir kembali ke perak melalui ETF dan alat lainnya pada tahun 2025, memperbesar tren harga. Jelas bahwa beberapa ETF perak tahun ini telah mencapai imbal hasil sekitar 100% atau lebih, dengan aliran dana ETF yang besar sering dianggap sebagai pendorong utama kenaikan.
Para analis tetap memiliki sikap konstruktif terhadap tren perak memasuki tahun baru, sambil memperingatkan bahwa setelah lonjakan cepat pada tahun 2025, laju kenaikan mungkin akan melambat. Defisit struktural dalam penawaran dan permintaan diperkirakan akan tetap ada, memberikan dasar yang kuat untuk harga.
Dari sudut pandang investasi, berbagai lembaga terus melihat potensi kenaikan. Misalnya, BNP Paribas merangkum skenario di mana harga perak bisa mencapai 100 dolar AS per ons pada akhir 2026.
Perlu dicatat bahwa kinerja perak di tahun 2025 telah melampaui beberapa target harga 2026 yang dirilis oleh beberapa bank besar sebelumnya, termasuk proyeksi 58 dolar AS dari JPMorgan. Meskipun ini menunjukkan lonjakan yang datang lebih awal, hal ini juga menyoroti kekuatan pendorong dari fundamental.
Sentimen pasar juga mencerminkan optimisme ini, menurut survei yang dilakukan oleh Kitco News bulan ini terhadap 352 investor ritel, lebih dari 50% trader ritel memprediksi bahwa perak akan kembali menjadi logam dengan kinerja terbaik pada tahun 2026.
Singkatnya, cerita perak telah berevolusi dari sekadar permainan logam mulia menjadi taruhan langsung pada elektrifikasi global dan kemajuan teknologi.
Fxstreet melaporkan bahwa struktur teknis yang lebih luas tampaknya dengan tegas menguntungkan para trader bullish dan menunjukkan bahwa jalur dengan hambatan terendah untuk perak masih ke atas.