Inti yang Perlu Diingat

  • Yield farming dan staking memungkinkan pengguna mendapatkan imbalan dari kepemilikan kripto tanpa harus terus-menerus melakukan trading.

  • Staking melibatkan partisipasi dalam mekanisme Proof of Stake (PoS) sebuah blockchain untuk memvalidasi transaksi dan mendapatkan imbalan.

  • Yield farming umumnya melibatkan peminjaman atau staking aset di liquidity pool untuk mendapatkan imbalan, tetapi biasanya memerlukan pengelolaan yang lebih aktif dibandingkan staking.

  • Meskipun staking menawarkan konsistensi dan efisiensi waktu, yield farming bisa memberikan imbalan yang lebih tinggi tetapi dengan kompleksitas dan risiko yang lebih besar.

  • Salah satu manfaat utama dari investasi pasif adalah membutuhkan usaha yang sangat sedikit dibandingkan trading aktif. Namun, ingat bahwa imbalan ini hanya “sebanding” jika harga pasar tetap stabil atau meningkat.

Binance Academy courses banner

Pendahuluan

Saat orang mulai berinvestasi dengan trading kripto, mereka biasanya fokus pada membeli dan menjual koin (spot trading). Namun setelah beberapa waktu, banyak investor mencari cara untuk memanfaatkan aset yang menganggur dengan lebih baik.

Di sinilah investasi pasif berperan. Ini pilihan yang baik jika Anda merasa ragu untuk trading secara aktif; cara ini memungkinkan Anda menumbuhkan kepemilikan tanpa harus terus memantau pasar.

Dua metode paling populer untuk menghasilkan penghasilan pasif di dunia kripto adalah staking dan yield farming. Meskipun keduanya dapat memberikan imbalan, keduanya bekerja secara berbeda dan memiliki profil risiko yang unik. Panduan ini membandingkan keduanya untuk membantu Anda menentukan mana yang sesuai dengan gaya investasi Anda.

Apa Itu Investasi Pasif?

Anggap investasi pasif sebagai cara untuk menumbuhkan uang Anda tanpa harus bekerja terlalu keras. Alih-alih memeriksa harga setiap jam atau melakukan banyak transaksi, Anda menaruh uang Anda pada aset dan membiarkannya tumbuh dari waktu ke waktu.

Di dunia kripto, ada banyak cara untuk melakukan ini. Contoh yang umum termasuk staking, yield farming, dan lending.

Keunggulan

  • Dapatkan imbalan: Anda bisa meningkatkan aset hanya dengan menyimpannya.

  • Konsistensi: Berbeda dengan trading, di mana Anda harus terus mengambil keputusan, investasi pasif mengikuti rencana yang sudah ditetapkan dan biasanya berfokus pada jangka panjang.

  • Hemat waktu: Ini bagus untuk orang yang menginginkan pendekatan yang lebih minim campur tangan. Dibutuhkan jauh lebih sedikit waktu dan usaha dibanding trading aktif.

Risiko

Sebelum memulai, penting untuk memahami potensi kekurangan dari investasi pasif:

  • Risiko pasar: Karena Anda tidak mengelola uang Anda secara aktif, Anda mungkin tidak bereaksi cukup cepat jika pasar menjadi volatil atau mengalami penurunan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian atau periode ketika investasi Anda tidak berkinerja baik.

  • Dana bisa terkunci: Tergantung produk yang Anda pilih, Anda mungkin tidak bisa menyentuh uang Anda untuk sementara waktu.

  • Risiko konsentrasi: Beberapa strategi pasif sangat bergantung pada beberapa aset tertentu. Jika aset-aset tersebut mengalami masalah, investasi Anda bisa terdampak.

Staking

Staking adalah salah satu cara paling populer untuk mendapatkan penghasilan pasif dengan kripto. Saat Anda ikut staking kripto, imbalan Anda didasarkan pada pekerjaan yang dilakukan oleh validator blockchain (sebagai bagian dari mekanisme konsensus Proof of Stake).

Cara kerjanya di Binance

Binance menawarkan opsi yang sederhana seperti ETH Staking, SOL Staking, dan Soft Staking. Caranya cukup mudah: Anda memasukkan kripto Anda dan imbalan akan kembali secara otomatis.

  • Fleksibel vs. Terkunci: Beberapa opsi bersifat fleksibel, artinya Anda bisa mengeluarkan uang kapan saja. Yang lain terkunci, artinya Anda setuju untuk meninggalkan dana di sana selama waktu tertentu.

  • Liquid Staking: Untuk aset seperti ETH dan SOL, Binance memberi Anda token kembali (seperti BETH atau BNSOL) yang mewakili aset yang Anda staking. Ini adalah keuntungan besar karena Anda masih bisa menggunakan, menjual, atau memindahkan token-token tersebut sambil tetap menerima imbalan (berbeda dengan staking tradisional, di mana uang Anda terkunci).

  • Soft Staking: Cara yang sederhana dan fleksibel untuk mendapatkan penghasilan pasif pada aset yang didukung dengan menyimpannya di Binance Spot Wallet Anda. Anda tetap diizinkan untuk melakukan trading, menarik dana, atau menggunakannya kapan saja tanpa periode penguncian. Imbalan didasarkan pada saldo harian rata-rata Anda dan didistribusikan secara otomatis.

Yield Farming

Yield farming adalah strategi yang digunakan dalam dunia decentralized finance (DeFi) di mana pengguna menghasilkan penghasilan pasif dengan menyetorkan aset mereka ke smart contract yang dikenal sebagai liquidity pools.

Berbeda dengan staking yang membantu mengamankan jaringan blockchain, yield farming berfokus pada penyediaan likuiditas untuk decentralized exchange, platform pinjaman, dan protokol DeFi lainnya. Contoh yang umum termasuk Aave dan Uniswap.

  • Liquidity providers (LPs): Saat Anda ikut dalam yield farming, Anda bertindak sebagai penyedia likuiditas. Anda menyetor dana untuk memfasilitasi trading, peminjaman, atau aktivitas pinjam-meminjam untuk pengguna lain.

  • Imbalan: Sebagai imbalan atas “menyewakan” aset Anda, Anda mendapatkan imbalan. Imbalan ini bisa berupa bunga, bagian dari biaya transaksi, dan token tata kelola.

  • Impermanent loss: Juga dikenal sebagai divergence loss, ini adalah risiko yang spesifik untuk yield farming. Impermanent loss terjadi ketika harga aset yang Anda setorkan berubah dibandingkan saat Anda menyetorkannya. Dalam beberapa kasus, nilai yang Anda terima bisa lebih kecil daripada jika Anda hanya menyimpan token tersebut di dompet Anda.

Staking vs. Yield Farming

Jika dibandingkan dengan staking, yield farming cenderung lebih rumit. Meski keduanya memungkinkan Anda mendapatkan imbalan dari aset yang menganggur, mekanisme dan risikonya berbeda.

  • Tujuan: Staking membantu mengamankan blockchain (Proof of Stake) dan memvalidasi transaksi. Yield farming menyediakan likuiditas untuk aplikasi DeFi agar pihak lain bisa trading atau meminjam.

  • Kompleksitas: Staking umumnya adalah strategi “set and forget” (tinggal jalankan). Yield farming sering memerlukan pengelolaan aktif, seperti memindahkan dana antar berbagai pool untuk mencari imbalan yang lebih baik (yield aggregators dapat membantu untuk ini).

  • Profil risiko: Risiko staking sebagian besar terkait harga aset atau kinerja validator. Yield farming membawa risiko tambahan, seperti kerentanan smart contract, rug pull, dan impermanent loss.

  • Profitabilitas: Karena risiko dan kompleksitas yang lebih tinggi, yield farming biasanya menawarkan imbalan yang lebih baik dibandingkan staking.

Mana yang lebih baik untuk Anda?

Pilihan di antara keduanya bergantung pada tingkat pengalaman Anda, toleransi risiko, dan seberapa aktif Anda ingin terlibat.

Pilih Staking jika:

  • Anda masih pemula di dunia kripto.

  • Anda lebih menyukai metode yang sederhana untuk mendapatkan imbalan.

  • Anda adalah pemegang jangka panjang untuk token Layer-1 tertentu (seperti ETH atau SOL) dan ingin berkontribusi pada keamanan jaringan.

  • Anda ingin imbalan yang lebih bisa diprediksi tanpa perlu khawatir dengan strategi DeFi yang lebih rumit.

Pilih Yield Farming jika:

  • Anda adalah pengguna DeFi yang berpengalaman dan merasa nyaman dengan smart contract serta dompet kripto.

  • Anda memiliki toleransi risiko yang lebih tinggi dan bersedia mengambil lebih banyak risiko demi kesempatan mendapatkan imbalan yang lebih baik.

  • Anda memiliki waktu untuk mengelola posisi secara aktif dan meneliti berbagai liquidity pool.

  • Anda ingin mendapatkan token tata kelola tertentu atau memaksimalkan imbalan dari aset yang menganggur.

FAQ

Apa perbedaan utama antara staking dan yield farming?

Staking membantu mengamankan blockchain dengan berpartisipasi dalam mekanisme konsensus proof-of-stake. Yield farming menyediakan likuiditas atau kapasitas pinjaman untuk protokol DeFi sebagai imbalan atas biaya dan token. Staking umumnya lebih sederhana dan lebih pasif; yield farming cenderung melibatkan pengelolaan yang lebih aktif serta membawa risiko tambahan seperti impermanent loss dan kerentanan smart contract.

Apakah yield farming lebih menguntungkan daripada staking?

Yield farming dapat menawarkan potensi imbalan yang lebih tinggi dibanding staking, tetapi hal ini tidak dijamin dan disertai risiko yang lebih besar. Imbalan bervariasi tergantung kondisi pasar, protokol yang Anda gunakan, dan seberapa aktif Anda mengelola posisi. Imbalan staking cenderung lebih bisa diprediksi, namun rata-ratanya juga lebih rendah.

Apa itu impermanent loss dalam yield farming?

Impermanent loss, juga disebut divergence loss, terjadi ketika harga aset yang Anda setorkan berubah dibandingkan saat Anda menyetorkannya. Jika salah satu aset dalam pasangan liquidity mengalami kenaikan atau penurunan yang signifikan dibanding aset lainnya, Anda mungkin berakhir dengan nilai yang lebih kecil daripada jika Anda hanya menyimpan kedua token tersebut di dompet Anda. Rugi ini disebut “impermanent” karena bisa berbalik jika harga kembali ke rasio aslinya, tetapi tidak selalu dijamin.

Bisakah pemula mencoba yield farming?

Yield farming umumnya lebih cocok untuk pengguna yang sudah berpengalaman dalam DeFi, smart contract, dan dompet kripto. Pemula yang ingin mendapatkan imbalan mungkin menganggap staking sebagai titik awal yang lebih mudah, karena melibatkan lebih sedikit langkah, pengelolaan yang lebih minim secara berkelanjutan, serta tidak mengekspos mereka pada risiko seperti impermanent loss atau eksploit protokol.

Apa itu liquid staking?

Liquid staking memungkinkan Anda staking aset sambil menerima token perwakilan sebagai gantinya. Misalnya, melakukan staking ETH di Binance memberi Anda BETH, yang mewakili ETH yang Anda staking dan terus menghasilkan imbalan. Berbeda dengan staking tradisional yang mengunci dana Anda, token perwakilan tersebut masih bisa digunakan atau ditransfer. Ini memberi Anda fleksibilitas tanpa harus mengorbankan imbalan staking.

Penutup

Baik staking maupun yield farming adalah metode yang layak untuk mendapatkan penghasilan pasif di pasar kripto. Staking menawarkan jalur yang lebih stabil dan dapat diprediksi, sehingga cocok untuk pemula atau mereka yang ingin mendukung jaringan blockchain favoritnya. Yield farming dapat memberikan potensi imbalan yang lebih tinggi, tetapi memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang pasar DeFi dan manajemen risiko yang lebih ketat.

Apa pun jalur yang Anda pilih, selalu ingat untuk melakukan riset Anda sendiri dan hanya mengambil risiko sebesar yang sanggup Anda rugikan. Selain itu, pertimbangkan menggunakan hardware wallet dan mendiversifikasi investasi Anda untuk meningkatkan keamanan.

Bacaan Lanjutan

  • Apa Itu Liquidity Pools di DeFi?

  • Apa Itu Liquid Staking?

  • Apa Itu Rug Pull dalam Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Disclaimer: Konten ini disediakan untuk Anda dalam kondisi “apa adanya” untuk informasi umum dan tujuan edukasi saja, tanpa klaim atau jaminan dalam bentuk apa pun. Konten ini tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat keuangan, hukum, atau nasihat profesional lainnya, dan tidak dimaksudkan untuk merekomendasikan pembelian produk atau layanan tertentu. Anda harus mencari nasihat dari penasihat profesional yang sesuai. Produk yang disebutkan dalam artikel ini mungkin tidak tersedia di wilayah Anda. Jika artikel ini disumbangkan oleh kontributor pihak ketiga, harap dicatat bahwa pandangan yang diungkapkan merupakan milik kontributor pihak ketiga tersebut, dan tidak selalu mencerminkan pandangan Binance Academy. Silakan baca seluruh disclaimer kami untuk detail lebih lanjut. Harga aset digital dapat berubah-ubah. Nilai investasi Anda dapat naik atau turun dan Anda mungkin tidak mendapatkan kembali jumlah yang Anda investasikan. Anda sepenuhnya bertanggung jawab atas keputusan investasi Anda dan Binance Academy tidak bertanggung jawab atas kerugian apa pun yang mungkin Anda alami. Materi ini tidak boleh ditafsirkan sebagai nasihat keuangan, hukum, atau nasihat profesional lainnya. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Ketentuan Penggunaan dan Peringatan Risiko kami.