@NewtonProtocol orang-orang membicarakan AI dalam kripto, percakapan biasanya berfokus pada apa yang bisa dilakukan AI.
Bisa berdagang lebih cepat? Bisa menganalisis lebih banyak data? Bisa mengotomatisasi aksi kompleks di rantai (on-chain)?
Itu pertanyaan yang menarik, tetapi menurut saya mereka melewatkan sesuatu yang bahkan lebih penting.
Apakah orang benar-benar akan mempercayai AI untuk bertindak atas nama mereka?
Di sinilah Newton Protocol menarik perhatian saya.
Banyak proyek berupaya membuat AI menjadi lebih mampu. Newton tampaknya mengajukan pertanyaan yang berbeda: Bagaimana agar AI menjadi lebih bertanggung jawab (accountable)?
Perbedaan itu mungkin terdengar halus, tetapi itu mengubah seluruh percakapan.
Bayangkan dua agen AI yang menghasilkan hasil yang sama. Yang satu hanya menjalankan tindakan di balik layar. Yang lain dapat membuktikan apa yang diizinkan untuk dilakukan dan mengapa ia melakukannya.
Dari sudut pandang teknis, keduanya bisa saja berhasil.
Dari sudut pandang pengguna, mereka tidak merasakannya sama.
Kepercayaan tidak diciptakan hanya oleh kecerdasan. Kepercayaan muncul ketika orang merasa mereka tetap memiliki kendali, bahkan saat mendelegasikan pekerjaan kepada otomatisasi.
Saya juga berpikir ini menciptakan tantangan yang menarik.
Nilai akuntabilitas sering kali tidak terlihat ketika semuanya berjalan normal. Nilai itu menjadi jelas ketika ada sesuatu yang berjalan salah.
Itulah sebabnya infrastruktur seperti Newton mungkin tampak "opsional" saat ini, sementara menjadi jauh lebih penting ketika agen AI mengelola jumlah nilai yang lebih besar.
Persaingan yang sebenarnya mungkin bukanlah antara protokol blockchain.
Mungkin berada di antara kenyamanan dan keyakinan.
Orang biasanya memilih kenyamanan terlebih dahulu. Namun ketika AI otonom menjadi lebih umum, keyakinan mungkin menjadi sama pentingnya.
Jika pergeseran itu terjadi, protokol yang dirancang berdasarkan izin yang dapat diverifikasi bisa terasa jauh lebih relevan daripada saat ini.
Masa depan mungkin bukan milik AI yang bisa melakukan yang paling banyak.
Mungkin itu milik AI yang orang bersedia percayai paling besar.
Menurut Anda bagaimana? Apakah akuntabilitas akan menjadi persyaratan untuk agen AI, atau pengguna akan terus memprioritaskan kenyamanan dibanding verifikasi?
