Pertahanan Australia solid, mengandalkan tiga bek di belakang serta gol dari situasi bola mati melalui sundulan. Kiper berpengalaman, namun personel di sektor sayap kurang lengkap, sehingga serangan saat membangun peluang di area pertahanan lawan terasa lemah. Mesir memiliki bintang seperti Salah, serangan baliknya tajam, dan performa pada fase grup dari sisi serangan lebih menonjol; nilai keseluruhan skuad juga lebih tinggi. Gaya kedua tim adalah satu bertahan-satu menyerang: Australia unggul dalam bertahan rapat dan serangan balik, sedangkan Mesir mengandalkan terobosan individu bintang untuk menciptakan peluang. Di babak gugur, tingkat toleransi kesalahan rendah, dan kemungkinan besar jalannya pertandingan akan cenderung ketat (sulit ditebak).