Meledak sejak airdrop season pertama GRASS, padam sejak berhentinya airdrop season kedua GRASS.
Benar, GRASS yang membuatnya naik—GRASS juga yang menjatuhkannya.
Menurut pendapat saya pribadi, partisipasi retail di proyek Depin sudah tidak ada harapan.
Mengapa? Bisa datang dari awal hingga akhir untuk dianalisis.🧐
Pertama, apa itu proyek Depin? Proyek DePIN adalah singkatan dari Decentralized Physical Infrastructure Networks, yaitu jaringan infrastruktur fisik terdesentralisasi. Versi sederhananya: memanfaatkan penyimpanan pribadi dan sumber daya jaringan/bandwidth, secara terdesentralisasi menyediakan layanan untuk kebutuhan seperti komputasi AI, lalu mendorong kontribusi pengguna melalui mekanisme insentif token.
Asal mula: saya pribadi pertama kali kontak proyek Depin pada tahun 2021. Saat itu ada proyek bernama CCN (kemudian diubah nama menjadi OORT). Waktu itu saya baru masuk ke dunia crypto; konsep yang di-brainwash adalah bahwa kumpulan penyimpanan dan bandwidth jaringan dari individu bisa menyediakan solusi untuk kebutuhan komputasi AI—terasa keren banget, peluangnya besar, dan masa depannya cerah. Di pasar primer, saya membeli 2000 token dengan harga 0,8 U per unit, dikunci secara linear—pokoknya rugi. Sekarang harga koin jadi 0,005 U.

Kalau kepercayaan tidak padam, panas Depin meledak: memang sempat ditipu oleh OORT, tapi pada tahun 2024 saya tetap punya keyakinan pada konsep Depin. Lalu pada 2024 saya ketemu GRASS—kalau tidak salah, sekitar Oktober saat airdrop S1. Saya juga waktu itu cuma santai menggantung node GRASS; satu akun punya puluhan sampai ratusan koin. Waktu itu harga koin juga cukup bagus.

Kepopuleran Grass yang meledak membuat seluruh sektor Depin menjadi sangat heboh. Proyek seperti DAWN, Gradient, Nodepay, BlockMesh, dan lainnya, seketika jadi buruan—beli node, buka banyak akun untuk auto, dan aktivitas nganggur jadi tren gaya ‘mengambil bulu’ ala komunitas saat itu. Bahkan sempat seperti tren game Telegram.
Air surut, semua orang telanjang: selain sedikit cuan dari airdrop Nodepay Januari 2025, DAWN sampai sekarang masih tidak ada kabar. Gradient saat itu memanfaatkan banyak orang dengan persyaratan node yang sangat tinggi untuk menjebak beli IP statis (kemudian pindah jalur, sepertinya tak ada kesempatan balik modal). Lalu ada juga Naoris, Bless Network, openledger, dan lain-lain—atau tidak merilis, atau nge-rug. Proyek Depin pada dasarnya sudah mati, tapi masih ada orang yang tetap punya harapan, ya tinggal menggantung harapan saja—mungkin ada reward.
Putusan final: pada Juli 2026, pencarian untuk pembukaan airdrop season kedua GRASS akan dimulai. Puluhan U itu sudah termasuk ‘lumayan besar’, pada dasarnya di bawah 1 U. Ini benar-benar putusan final: berhenti dan tidak lagi mengoperasikan挂机 untuk menerima airdrop proyek Depin—kematiannya sudah jelas.
Kenapa airdrop Depin sudah mati?
I. Efek pemain utama (head effect)
Setelah arus besar menyaring, sektor Depin sudah mapan dengan GRASS sebagai pemimpin. Pendatang baru sulit menggoyang posisinya, sehingga bagi retail pun partisipasi di proyek lain jadi makin sulit mendapat hasil yang bagus.
II. Pendapatan proyek vs pengeluaran untuk airdrop tidak seimbang
Mari pakai Grass sebagai perbandingan. Saat ini, pendapatan setahunnya kira-kira dua sampai tiga puluh juta dolar AS. Token juga tidak mungkin dikejar panas oleh dana seperti saat TGE, tapi jumlah node mungkin masih ada beberapa juta. Jadi kalau dibandingkan seperti ini, apakah airdrop kurang dari 1 U untuk setiap orang itu masuk akal?
III. Fase cold start sudah lewat, setelah dimanfaatkan retail lalu dibuang
Sekarang proyek Depin yang masih bisa jadi sudah jadi, yang tidak jadi juga sudah tidak ada peluang lagi. Peran terbesar para retail saat masa cold start adalah bantu dorong proyek—semua orang menyumbang bahan bakar. Tapi sekarang proyek menyeberang sungai lalu membongkar jembatan juga itu hal yang biasa dilakukan!
