Alasan mengapa kamu selalu gagal di pasar adalah karena kamu trading demi perasaan, trading dengan amigdala yang penuh, bukan dengan korteks prefrontal!

Overtrading itu berbahaya karena membuat trader kehilangan tiga hal sekaligus:
Modal.
Kontrol diri.
Kemampuan untuk berpikir dengan jernih.
Saat kerugian dan stres meningkat, amigdala membaca pasar sebagai ancaman. Tubuh masuk ke mode fight-or-flight (melawan atau lari). Korteks prefrontal, yang seharusnya bertanggung jawab untuk manajemen risiko, perencanaan, dan kontrol impuls, mulai melemah.
Akibatnya, trader menjadi lebih berisiko melakukan revenge trade, terjebak FOMO, mengambil risiko berlebihan, dan melanggar rencana trading mereka.
Jadi, berhenti trading bukan tanda lemah.
Berhenti trading adalah tanda bahwa korteks prefrontal kamu masih memegang kendali.
#remindertoself