Pukul satu dini hari selesai mandi, keluar kamar, ponsel di meja rias masih menyala. $ARDR sudah dari $0.0222 menyentuh sampai $0.0462. Jujur, aku benar-benar agak nggak bisa menahan diri.

Biar aku ceritakan alurnya dulu.

Mata uang ini memang dari awal bukan termasuk yang paling panas belakangan ini. Tadi tiba-tiba malah masuk ke deretan teratas kenaikan di spot. Aku lebih cenderung melihat ini sebagai dana dengan ukuran kecil yang membuat sentimen untuk koin lama yang kurang populer ikut kebakar.

Saat ini harga spot ada di $0.0340, kenaikan 24 jam masih tercatat +48.75%, tapi volume transaksinya sebenarnya cuma $1.31M, dengan jumlah transaksi 23541.

Struktur seperti ini paling mudah bikin orang merasa seolah “di mana-mana semuanya lagi naik”. Jujur saja, kalau dilihat lebih jauh, fondasinya tidak sekuat yang terlihat.

Aku juga sempat cek sisi derivatif. Di sana transaksi kontraknya jelas lebih aktif daripada spot, dan funding rate-nya cenderung positif. Open interest juga ikut didorong naik.

Jadi ini bukan cuma karena ada orang yang pelan-pelan beli spot. Lebih mirip setelah sentimen diperbesar, dana berbasis leverage juga mulai ikut menyemut masuk.

Masalahnya ada di sini.

Kalau ini karena keterkaitan antar-sektor atau ada kabar besar yang terus bergulir, aku mungkin lebih bersedia menonton lagi dua kali.

Tapi untuk gelombang $ARDR ini, sejauh yang aku lihat sekarang lebih seperti “koin yang dulu kurang diperhatikan tiba-tiba jadi panas dalam waktu singkat”, bukan seperti tren yang bisa bikin orang merasa aman untuk meneruskan.

Sikapku sendiri jelas: standby, jangan kejar.

Tadi si Bean juga sempat nongkrong di keyboard sampai menutupi chart K line. Aku lihat wajahnya aja lebih tenang daripada pergerakan ini 😂

Kalau memang mau ikut, jangan sampai cuma karena kenaikan lalu langsung terpancing. Pasar bisa ganti haluan lebih cepat daripada ibuku nyuruh aku pacaran. $ARDR #ARDR

Jangan all-in. Kalau rugi, jangan salahin aku.