Gas alam diam-diam telah menjadi satu-satunya hal yang tidak bisa ditinggalkan oleh jaringan listrik AS.

Gas alam adalah sumber listrik paling fleksibel di jaringan.

Berbeda dari batu bara, pembangkit gas bisa menaikkan dan menurunkan daya dalam hitungan menit.

Daya tanggap itulah yang menjaga lampu tetap menyala saat permintaan puncak.

Gas juga menjadi cadangan ketika tenaga surya dan angin meredup.
Tidak ada matahari, tidak ada angin—gas mengisi celah.

Saat pembangkit batu bara dan nuklir pensiun, jaringan semakin bergantung pada gas.

Jadi, meskipun ada target kebijakan ramah lingkungan, ketergantungan nyata pada gas justru meningkat.

Skalanya sangat besar. Jaringan listrik California saja mengandalkan 36 GW pembangkit listrik berbasis gas.
Jika itu dihapus, Anda akan menghadapi pertanyaan serius tentang kestabilan jaringan.

Alternatif memang ada. Energi hidro, penyimpanan baterai, dan nuklir lanjutan semuanya bisa menyediakan listrik sesuai kebutuhan (on-demand).
Namun menggantikan gas bukanlah proyek 10 tahun. Bahkan mungkin bukan proyek 100 tahun. Jaringan listrik dibangun dengan mengandalkannya.

$TAC $SYN $UB