Jam gencetan dan kebenaran.

Tanggal 3 Januari 2026 bukanlah sekadar tanggal. Itu adalah jeda dalam ingatan kolektif, kilatan cahaya yang menerangi sesuatu yang selama ini kita ketahui tapi lebih memilih untuk tidak menyebutnya: kemerdekaan adalah sebuah narasi, dan para patriot—aktor-aktor dalam sebuah pertunjukan—kini kita saksikan runtuh.
Mereka datang untuknya. Dalam sekejap mata, kait-kait itu menutup pada diri pria yang menantang imperium dengan tangan teracung. Dan sementara gema pidato-pidatonya masih bergema di alun-alun yang kosong, menteri yang berjanji mengembalikan mereka dalam kantong-kantong hitam kini membenarkan kelambanannya: "Saya mencegah sebuah pembantaian". Ironi kekuasaan yang menjatuhkan cincin pengaman pertamanya—yang dikorbankan di altar geopolitik.
Doa maupun ritual tidak cukup. Penipuan ideologis telah menjangkiti kita semua: yang percaya dan yang meragukan, yang bertepuk tangan dan yang memilih diam. Sebab sejak sekolah kita diberi pahlawan, tetapi kenyataan menunjukkan kepada kita komoditas. Pengkhianat sejati tidak ada di jalanan yang berunjuk rasa—mereka berada di balik bayang-bayang, menegosiasikan harga untuk diam sambil menjual atasannya.
Dan kini, Presiden Perempuan yang tak dipilih siapa pun membangunkan hantu-hantu: sebuah komisi seperti COPRE yang sudah dibubarkan, pengurangan negara, privatisasi. Kemunduran ke Republik Keempat bukanlah kebetulan. Ini skenario yang ditulis oleh tangan-tangan yang tidak mengenal keringat kita.
Tahukah Anda bahwa kita membiayai perang melawan Iran? Bukan saya yang mengatakan: Trump yang menegaskannya. Dan sementara operasi di tambang berlipat ganda serta pemilu dimatangkan pelan-pelan dengan api kecil untuk melegitimasi sebuah figur impor, perampasan historis atas sumber daya kita diselimuti baju demokrasi.
Latihan penyelamatan massal pada bulan Mei bukanlah kebetulan. Gempa bumi pada bulan Juni pun bukan kebetulan. Tidak ada yang kebetulan ketika mereka yang seharusnya melindungi justru menunjukkan wajah algojonya.
Keseharian itu menyakitkan. Tapi rasa sakit adalah ingatan. Dan ingatan, jika tidak kita kubur, akan menjadi perlawanan.

#EdwinPrimeOficial
$BTC $XRP