Benar-benar kesal sampai hati dengan pola pikir serakah ala daging-bawang yang ada di diri sendiri.

Dulu saat harga ATM turun ke 1,40, saya tetap ngotot keras kepala, bertahan berbulan-bulan, dengan keyakinan penuh bahwa pasti akan ada kenaikan saat momen Piala Dunia.

Saya tersiksa tanpa henti selama tak terhitung malam dan hari, tapi pada akhirnya tetap tak sanggup menahan kepanikan. Di 1,11 saya terpaksa memotong kerugian dan keluar.

Kalau menoleh lagi ke pergerakan harga, harga langsung melesat sampai 2,47.

Melihat candle bullish besar ini, hati penuh penyesalan—kenapa tidak bisa bertahan lebih lama.

Kegaduhan sesaat kalah oleh kesabaran; kalah pada pergerakan harga, dan juga kalah pada diri sendiri. Terburu-buru benar-benar tidak bisa dibarengi kalau soal “tahu tempe”. Dasar sial.