Pengawas kripto tidak lagi melawan AI dengan cara manual.

FINMA, otoritas keuangan Swiss, baru saja mempercepat dorongannya untuk menggunakan AI guna mengawasi pasar kripto. Tujuannya: mengimbangi peretas, bot, dan manipulasi pasar yang juga memanfaatkan AI.

Jika Anda berdagang, membangun, atau menyimpan kripto di Eropa/Swiss, ini penting. Ini adalah awal dari “SupTech” = teknologi pengawasan. Ini yang sedang terjadi.

1. Yang FINMA Sebenarnya Lakukan

*Langkahnya*: FINMA mengadakan hackathon dengan ∼100 spesialis kebijakan + teknis untuk membangun alat AI khusus bagi pengawasan pasar kripto.

*Siapa yang memimpin*: Marlene Amstad, Presiden FINMA + Ketua Forum SupTech IOSCO. IOSCO mencakup pengawas untuk ∼95% pasar keuangan global.

*Kutipannya*: “Saat peretas bergerak lebih cepat, bank harus beradaptasi dengan menambal kerentanan lebih cepat,” kata Amstad.

*Terjemahan*: Regulator sudah berhenti bermain kejar-kejaran. Mereka membangun AI untuk memantau AI.

2. Mengapa Sekarang: AI Membuat Risiko Crypto Lebih Sulit

*1. Serangan lebih cepat*: Model AI dapat menemukan kerentanan perangkat lunak lebih cepat. Itu berarti risiko siber lebih besar bagi bursa, kustodian, dan DeFi.

*2. Penyalahgunaan pasar dalam skala besar*: Bot bisa melakukan spoofing, wash trade, dan memanipulasi lintas 50 token dalam hitungan detik. Manusia tidak bisa menandainya secepat itu.

*3. “Supervision gap”*: Crypto 24/7, global, dan berada di blockchain. Audit FINMA tradisional bersifat kuartalan. AI dapat memindai data on-chain, sentimen media sosial, dan order book secara real-time.

*Temuan IOSCO*: Otoritas menggunakan teknologi untuk perlindungan konsumen, pasar modal, dan “domain baru seperti aset digital”.

3. Apa yang Sebenarnya Akan Dilakukan oleh Alat AI Ini

FINMA + IOSCO menargetkan 3 area:

*1. Alat pengawasan pasar crypto*

Dibangun dalam hackathon baru-baru ini. Contohnya: memberi tanda pada aliran on-chain yang mencurigakan, mendeteksi pola rug-pull, memantau penyalahgunaan order book CEX.

*2. Menyematkan pengaman dalam aset digital*

Regulator sedang “melihat kemungkinan menyematkan pengaman langsung ke sistem aset digital”. Itu bisa berarti penanda kepatuhan di on-chain, wallet yang terhubung ke KYC, atau circuit breaker pada smart contract.

*3. Deteksi kerentanan siber*

Model AI seperti Mythos milik Anthropic mengekspos risiko operasional. FINMA ingin alat serupa untuk melakukan stress-test pada bank + perusahaan crypto sebelum peretas melakukannya.

4. Sudut Pandang Global: Ini Bukan Sekadar Swiss

*Forum SupTech IOSCO* = kelompok Amstad untuk mendorong adopsi AI di 95% pasar. 49bf64bf

*AS juga melakukan*: Fed + OCC meneliti AI bank untuk penyaluran kredit, penipuan, dan kepatuhan.

*Geopolitik ikut bermain*: Ekspor model AI AS dibatasi demi keamanan. China membangun jawaban versinya sendiri terhadap Mythos. “Swiss harus mempertahankan akses ke model AI paling canggih,” kata Amstad.

*Intinya*: Pengawasan crypto jadi global + AI-first, cepat.

5. Apa Artinya Ini bagi Trader Crypto + Pembuat

Untuk Trader: Lebih Banyak Pengawasan, Lebih Sedikit “Wild West”

*1. Penegakan lebih cepat*: AI dapat menghubungkan wallet, akun CEX, dan unggahan sosial dalam hitungan menit dibanding bulan.

*2. Manipulasi pasar lebih sulit*: Bot spoofing/layering terdeteksi lebih cepat.

*3. Volatilitas lebih rendah dari penyalahgunaan*: Jika wash trading tertangkap secara real-time, volume palsu pun mati.

Untuk Bursa + Protokol DeFi: Bangun Kepatuhan di Dalamnya

*1. Integrasi SupTech*: Harapkan FINMA/IOSCO meminta feed data API, analitik on-chain, dan jejak audit AI.

*2. Pengaman yang tertanam*: Token masa depan mungkin perlu aturan on-chain: blacklist, freeze, pelaporan.

*3. Biaya meningkat*: Bursa kecil/tim DeFi akan perlu vendor kepatuhan AI atau tertinggal.

Untuk Privacy Coins + DeFi: Angin Berlawanan

Jika “pengaman” = pemantauan on-chain, token privasi dan DeFi anonim akan mendapat tekanan regulasi lebih besar. Swiss pro-inovasi, tapi juga pro-pengawasan. 64bf

6. Risiko + Pertanyaan Terbuka

*1. Bias/kegagalan AI*: Jika AI regulator menandai transaksi yang tidak bersalah, siapa yang mengajukan banding?

*2. Risiko model*: Peretas bisa menyerang AI pengawas itu juga.

*3. Kecepatan vs hak*: “Patch lebih cepat” bagus untuk keamanan, tetapi bisa buruk bagi proses hukum (due process).

Pandangan Amstad: “AI dapat mengubah cara kita memproses data, menurunkan wawasan, dan mengambil keputusan. Itu menyentuh inti dari bagaimana kita bekerja”.

*FINMA sedang mempercepat AI* untuk mengawasi crypto karena peretas dan manipulator sudah memakainya.

*Permainannya*: Hackathon + forum IOSCO + alat yang dibangun untuk pasar crypto.

*Dampaknya*: Perdagangan menjadi lebih bersih tetapi kurang anonim. Bursa perlu kepatuhan AI. DeFi mungkin menghadapi aturan on-chain yang tertanam.

*Permainan jangka panjang*: Ini bullish untuk jangka panjang bagi “crypto institusional” dan bearish bagi “DeFi anonim”. Jika Anda memegang bursa yang teregulasi, token RWA yang patuh, atau proyek audit berbasis AI, anginnya menguntungkan. Jika Anda memegang murni permainan privasi, anginnya berlawanan.

Crypto semakin matang. Para regulator baru saja mendapatkan AI juga.

$BNB

BNB
BNBUSDT
595.22
+0.80%

#crypto #FINMAAcceleratesAIForCryptoOversight