Sungguh.... Satu hal yang terus mengganggu saya: Apakah sebuah strategi hanya bagus ketika pasar berada di pihak kita?

Kondisi strategi saat ini mengingatkan saya pada hal itu. Perusahaan sedang menghadapi kerugian yang belum terealisasi sekitar $10 hingga $10,8 miliar setelah harga Bitcoin turun dari level tertingginya di 2025. Angkanya besar, tapi benar juga bahwa mereka belum menjual Bitcoin itu, jadi kerugian tersebut masih terbatas pada kertas.

Hal lain yang menurut saya penting adalah bahwa harga masuk rata-rata mereka sekarang sekitar $75,5K–$75,7K, akibat pembelian Bitcoin yang konsisten pada harga tinggi dari 2024 hingga awal 2026. Pada saat yang sama, beban dividen saham preferen STRC telah meningkat dan kecepatan pembelian Bitcoin baru melambat sekitar 90%. Ini menunjukkan bahwa apa pun seberapa kuat keyakinannya, kenyataan pendanaan dan siklus pasar tidak bisa dihindari. Namun Strategy belum bergeser dari sikap “Never Sell”-nya. Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin telah pulih dari penurunan besar di masa lalu, meskipun masa depan tidak pernah pasti.

Menurut saya, kisah ini bukan sekadar cerita tentang kerugian kertas sebuah perusahaan; ini adalah contoh nyata tentang bagaimana memahami hubungan antara keyakinan, manajemen risiko, dan siklus pasar. Menurut Anda, mana yang lebih penting dalam jangka panjang.... keyakinan yang tak tergoyahkan, atau menyesuaikan strategi dengan keadaan yang terus berubah?👍

@Binance Square Official @Binance Academy #USDTMarketCapHits$186BOvertakingETH $BTC