EPICENTRO.
Dalam jarak 250 kilometer, bumi berbicara tanpa penerjemah.
Pusing tidak meminta wilayah, ia hanya mengguncang kepastian.
Ibu kota menangis, Andes bergemuruh.
Debu tidak menanyakan keyakinan; ia hanya tahu tentang daging dan ingatan.
Pengungsian, paradoks yang kejam, mengosongkan negara dari tangan,
tapi bukan dari gema. Mereka yang jauh pun ikut bergetar.
Lupakan para spekulan yang mencari jari-jari manusia
di dalam retakan. Alam tidak berkonspirasi; ia mengingatkan bahwa kita hanya penyewa.
Dari luar angkasa tidak ada bendera.
Tak ada tanah air dari karton, tak ada agama yang membenarkan ketakutan.
Hanya satu bola biru tempat rasa sakit tak mengenal batas.
Agar gerakan ini bukan menjadi akhir, melainkan kebangkitan.
Keperwiraan tidak terletak pada tidak jatuh,
tapi pada kecepatan dengan mana tangan kita
merentang untuk mengangkat sesama.
Bertindak adalah satu-satunya batas yang layak dilintasi.

#EdwinPrimeOficial
#venezuela
$XRP $XLM $SUI