​Ratu yang Runtuh
​Dahulu kala megahnya seorang ratu,
ETH menjadi petunjuk, ribuan orang mengikuti.
Tiga ribu seratus satu (3100) puncak yang angkuh,
Siapa sangka esok jatuh ke jurang.
​Lilin merah menyayat melintang, hati tercekik,
Seribu lima ratus tiga puluh (1530) sudah tiba!
Perintah membara tanpa henti, akun padam,
Para naga saling menatap, bibir pahit seperti tersayat.
​Pasar merintih, warna duka menyelimuti,
Ada yang menangis, ada yang meratap, hati menjerit melihat dompet.
Ratu jatuh ke dalam kehancuran, lantai berlumur darah,
Menggenggam dendam abadi, tak pernah tenang di dada.#DuDoanWorldCup2026 e