Apa Itu Risiko Rehypothecation dalam Pinjaman Kripto?
Inti Sari
Rehypothecation terjadi ketika platform pinjaman kripto meminjamkan aset yang Anda setorkan untuk memperoleh imbal hasil, melalui praktik seperti staking atau yield farming atas nama Anda, sehingga menciptakan eksposur terhadap risiko pihak lawan (counterparty) pihak ketiga.
Jika peminjam gagal bayar, platform pinjaman bisa menjadi insolven dan tidak mampu mengembalikan dana Anda.
Dalam decentralized finance (DeFi), rehypothecation umumnya lebih transparan, tetapi risiko smart contract tetap berlaku.
Menyimpan aset di dompet self-custody adalah cara paling langsung untuk sepenuhnya menghindari risiko rehypothecation.