๐ŸŒŠ Pasar masih bergerak
๐Ÿชจ Saya memilih untuk diam

Orang yang berdiri di depan badai

Ada seorang yang melangkah ke padang pasir dengan keyakinan bahwa
hanya perlu cukup pintar, cukup berani,
dia bisa berjalan lurus melewati badai pasir.

Pada awalnya, dia menang.
Badai kecil, angin sepoi-sepoi, jejak kaki masih terlihat.
Dia tersenyum dan berpikir: โ€œPasar juga hanya begitu.โ€

Lalu suatu hari, badai yang sebenarnya datang.
Tanpa peringatan.
Tanpa aturan.
Tidak peduli siapa dia.

Dia melawan.
Dia berlari.
Dia jatuh.
Dia bangkit.
Dia jatuh lagi.

Akhirnya, dia kehabisan tenaga.
Tidak ada lagi tenaga untuk berlari.
Tidak ada lagi tenaga untuk melawan.

Dia duduk.

Dan hal aneh terjadi.

Badai masih mengamuk.
Pasir masih beterbangan.
Tapi dia tidak lagi terseret.

Bukan karena badai menjadi lemah,
tapi karena dia tidak lagi berusaha untuk mengalahkannya.

---

Orang itu menyadari satu hal sangat terlambat, tetapi sangat nyata:

Saya tidak sekuat pasar.
Tapi saya tidak mati dengan cara yang biasa.

Dia tidak mati karena kalah.
Tidak mati karena terbakar.
Tidak mati karena salah.

Dia hidup โ€”
karena dia tidak lagi menyerahkan jiwanya kepada badai.

---

Sejak hari itu, dia tidak lagi mencari cara untuk mengalahkan padang pasir.
Dia hanya pergi ketika langit tenang.
Dan jika badai datangโ€ฆ
dia tahu cara untuk diam tanpa kehilangan diri.