#BinancePickAndWin
Skrip yang familiar di Inggris muncul lagi
Inggris 0-0 Ghana, nggak menang. Jerman, Prancis, dan Argentina udah lolos lebih awal, sementara Inggris masih berjuang di grup.
Hasil ini nggak mengejutkan. Sejak juara di kandang tahun 1966, udah 60 tahun, yang paling sering dilakukan Inggris di Piala Dunia adalah "ngakak". Tahun 1986, tangan Tuhan Maradona, tahun 1998, kartu merah Beckham, penalti kalah dari Argentina, tahun 2010, gol Lampard dibatalkan, tahun 2018, semifinal dibalik sama Kroasia—setiap edisi selalu ada drama baru.
Tapi kali ini, setelah Tuchel datang, ada sedikit perubahan yang terlihat. Di ronde pertama lawan Kroasia, Kane mundur, Bellingham maju, Inggris menunjukkan chemistry yang lama hilang, menang 4-2. Kane menyampaikan apa yang dikatakan Tuchel di jeda: "Kalau mau kalah, kalah dengan cara kita." Semangat ini, nggak kayak pelatih Inggris tradisional.
Lanjut ke ronde kedua lawan Ghana, penguasaan bola 72%, sudut 9, data benar-benar mendominasi—tapi tetap nggak ada gol. Di menit ke-86, Kane menghadapi gawang kosong, malah nendang ke tribun. Semua fans Inggris merinding: resep yang familiar.
Sebelum pertandingan, perlengkapan tim juga dicuri, sepatu pertandingan Kane dan Bellingham lenyap semua. Kejadian aneh kayak gini, bukan itu tradisi Inggris?
Di ronde terakhir lawan Panama, harus menang untuk memastikan lolos. Kutukan 60 tahun, kali ini bisa pecah nggak?