Citigroup baru saja merilis prediksi besar, menetapkan target titik akhir tahun 2026 untuk indeks S&P 500 pada 7700 poin, yang berarti ada ruang kenaikan sekitar 12,7% dari level saat ini. Alasan raksasa Wall Street ini adalah kinerja laba perusahaan yang kuat, serta manfaat dari investasi kecerdasan buatan yang akan terus berdampak.
Tiga logika utama mendukung bull market
Citigroup secara jelas menyatakan dalam laporan bahwa pasar saham AS pada tahun 2026 akan menunjukkan 'kondisi bull market yang berkelanjutan namun fluktuatif'. Logika utama yang mendukung penilaian ini terdiri dari tiga poin:
Pertama, pertumbuhan laba perusahaan yang berkelanjutan. Citigroup memperkirakan laba per saham (EPS) indeks S&P 500 pada tahun 2026 akan mencapai 320 dolar AS, jauh lebih tinggi dari perkiraan pasar yang sekitar 310 dolar AS. Pertumbuhan ini bukan hanya bergantung pada sektor-sektor tertentu, tetapi terjadi secara menyeluruh di seluruh pasar—sektor teknologi informasi diperkirakan tumbuh 26,4%, sektor layanan komunikasi tumbuh 17,5%, dan sektor energi tumbuh 13,3%.
Kedua, tema investasi AI semakin mendalam. Pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan akan menjadi tema inti pada 2026, tetapi fokus pasar akan beralih dari "pemberdaya AI" ke "pengguna AI". Strategis Citi mencatat: "Meskipun perhatian pasar terhadap kecerdasan buatan diperkirakan akan berlanjut, tren perkembangan di bidang ini mungkin akan mulai terpisah, menampilkan pola yang jelas dari 'pemenang dan pecundang'."
Ketiga, lingkungan kebijakan relatif longgar. Federal Reserve diperkirakan akan melakukan dua kali pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini, imbal hasil obligasi AS 10 tahun akan turun menjadi 3,75%, dan dolar AS perlahan menguat. Faktor-faktor ini akan menciptakan lingkungan likuiditas yang longgar, memberikan jaminan untuk pertumbuhan profit dan stabilitas valuasi.
Perbandingan skenario bull dan bear
Citi memberikan tiga proyeksi skenario: pada skenario dasar target 7700 poin, pada skenario optimis mungkin mencapai 8300 poin (naik sekitar 21,6% dari saat ini), sementara pada skenario pesimis mungkin turun menjadi 5700 poin (turun sekitar 16,5% dari saat ini).
Proyeksi ini sejalan dengan institusi lain di Wall Street. Sebuah survei oleh Reuters pada bulan November menunjukkan bahwa lebih dari 45 strategis memperkirakan indeks S&P 500 akan naik sekitar 12% pada akhir 2026, UBS Global Wealth Management juga menetapkan target akhir tahun indeks tersebut pada 7700 poin untuk 2026.
Peringatan risiko: valuasi tinggi dan volatilitas meningkat
Citi juga memperingatkan para investor bahwa saat ini rasio harga terhadap laba indeks S&P 500 adalah 25 kali, berada di posisi tinggi sejarah, titik awal valuasi yang tinggi memang menjadi salah satu rintangan yang dihadapi pasar. Dengan pasar bull saat ini memasuki tahun keempat, diperkirakan pasar akan menghadapi volatilitas yang berkelanjutan, dan mengingat ekspektasi pertumbuhan yang tersirat, volatilitas mungkin akan lebih hebat.
Selain itu, kelemahan di pasar tenaga kerja yang menyebabkan penurunan konsumsi, konflik geopolitik, ketidakpastian kebijakan, dan faktor eksternal lainnya, semua bisa menjadi pemicu utama volatilitas pasar. Investor perlu tetap hati-hati, sambil mengejar keuntungan, juga harus melakukan manajemen risiko yang baik.