Inti dari logika ini sebenarnya membahas satu hal:
Banyak orang merasa mereka sedang menunggu harga yang lebih baik, padahal mereka sedang menanggung risiko “tidak akan pernah bisa membeli.”
Bisa dioptimalkan jadi versi yang lebih cocok untuk disebarkan di komunitas kripto:
⸻
Kalau kamu masih menunggu harga Bitcoin yang lebih rendah untuk mulai masuk, sebenarnya kamu sedang berjudi pada skenario yang tidak menguntungkan.
Kenapa begitu?
Misalkan saat ini kamu tidak punya 1 BTC karena merasa 60.000 dolar terlalu mahal, dan kamu ingin menunggu sampai turun ke 45.000 dolar untuk membelinya.
Skenario satu:
Kamu benar. BTC benar-benar turun ke 45.000 dolar, dan kamu benar-benar berani membeli.
Selamat, kamu menghemat 15.000 dolar dibanding orang lain.
Kalau di masa depan naik ke 5 juta dolar, kamu untung 4,55 juta dolar.
Skenario dua:
Kamu salah. BTC bahkan tidak pernah memberi kesempatan untuk harga 45.000 dolar.
Akhirnya kamu terus menunggu, terus mengamati, terus tidak masuk posisi (cash).
10 tahun kemudian, BTC naik ke 5 juta dolar—kamu dapat untung berapa?
0.
Skenario tiga:
Kamu langsung membeli sekarang.
Memang biayanya lebih mahal 15.000 dolar, tapi jika di masa depan BTC naik ke 5 juta dolar, kamu tetap bisa meraih keuntungan 4 juta dolar.
Jadi masalahnya:
Kalau kamu berhasil “membeli di titik bawah” (buy the dip), maksimal kamu hanya bisa untung 15.000 dolar lebih banyak daripada orang lain;
Tapi kalau kamu gagal “membeli di titik bawah,” kamu bisa saja kehilangan kesempatan kenaikan yang utuh sebesar 4,4 juta dolar.
Itulah kenapa banyak orang bisa memprediksi koreksi dengan akurat, tetapi tetap tidak pernah bisa membeli Bitcoin.
Karena yang sebenarnya paling sulit tidak pernah menunggu harga turun,
melainkan: saat orang lain sedang takut, apakah kamu berani menekan tombol beli.
Pasar yang paling mahal bukan karena kamu membeli terlalu mahal,
melainkan karena kamu terus tidak membeli. 🚀📈$NVDAB $BTC $SPCXB
Banyak orang merasa mereka sedang menunggu harga yang lebih baik, padahal mereka sedang menanggung risiko “tidak akan pernah bisa membeli.”
Bisa dioptimalkan jadi versi yang lebih cocok untuk disebarkan di komunitas kripto:
⸻
Kalau kamu masih menunggu harga Bitcoin yang lebih rendah untuk mulai masuk, sebenarnya kamu sedang berjudi pada skenario yang tidak menguntungkan.
Kenapa begitu?
Misalkan saat ini kamu tidak punya 1 BTC karena merasa 60.000 dolar terlalu mahal, dan kamu ingin menunggu sampai turun ke 45.000 dolar untuk membelinya.
Skenario satu:
Kamu benar. BTC benar-benar turun ke 45.000 dolar, dan kamu benar-benar berani membeli.
Selamat, kamu menghemat 15.000 dolar dibanding orang lain.
Kalau di masa depan naik ke 5 juta dolar, kamu untung 4,55 juta dolar.
Skenario dua:
Kamu salah. BTC bahkan tidak pernah memberi kesempatan untuk harga 45.000 dolar.
Akhirnya kamu terus menunggu, terus mengamati, terus tidak masuk posisi (cash).
10 tahun kemudian, BTC naik ke 5 juta dolar—kamu dapat untung berapa?
0.
Skenario tiga:
Kamu langsung membeli sekarang.
Memang biayanya lebih mahal 15.000 dolar, tapi jika di masa depan BTC naik ke 5 juta dolar, kamu tetap bisa meraih keuntungan 4 juta dolar.
Jadi masalahnya:
Kalau kamu berhasil “membeli di titik bawah” (buy the dip), maksimal kamu hanya bisa untung 15.000 dolar lebih banyak daripada orang lain;
Tapi kalau kamu gagal “membeli di titik bawah,” kamu bisa saja kehilangan kesempatan kenaikan yang utuh sebesar 4,4 juta dolar.
Itulah kenapa banyak orang bisa memprediksi koreksi dengan akurat, tetapi tetap tidak pernah bisa membeli Bitcoin.
Karena yang sebenarnya paling sulit tidak pernah menunggu harga turun,
melainkan: saat orang lain sedang takut, apakah kamu berani menekan tombol beli.
Pasar yang paling mahal bukan karena kamu membeli terlalu mahal,
melainkan karena kamu terus tidak membeli. 🚀📈$NVDAB $BTC $SPCXB