Rancangan revisi UU Bank Sentral dibahas untuk pertama kalinya; “menjelaskan kedudukan hukum yuan digital” menjadi istilah baru. Dibandingkan dengan redaksi dalam draf konsultasi publik tahun 2020 yang menyebut “renminbi mencakup bentuk fisik dan bentuk digital”, kali ini lebih seperti mengukuhkan yuan digital agar terus didorong dari uji coba teknis menuju pengakuan di tingkat sistem kelembagaan.
Perlu dicatat bahwa sebelumnya rancangan ini juga menegaskan larangan membuat, menerbitkan voucher token dan token digital sebagai pengganti peredaran renminbi, serta menetapkan langkah-langkah seperti perintah untuk menghentikan, pemusnahan, perampasan hasil ilegal, dan denda. Isyaratnya sangat jelas: batas legal untuk mata uang digital resmi semakin ditegaskan, dan ruang bagi token “yang menyerupai mata uang” dari kalangan swasta tetap akan dibedakan secara ketat.
Bagi pasar, ini bukan sekadar kabar baik atau buruk. Yang lebih penting adalah kerangka regulasi terus dipertegas. #数字人民币 #央行 #监管动态
Perlu dicatat bahwa sebelumnya rancangan ini juga menegaskan larangan membuat, menerbitkan voucher token dan token digital sebagai pengganti peredaran renminbi, serta menetapkan langkah-langkah seperti perintah untuk menghentikan, pemusnahan, perampasan hasil ilegal, dan denda. Isyaratnya sangat jelas: batas legal untuk mata uang digital resmi semakin ditegaskan, dan ruang bagi token “yang menyerupai mata uang” dari kalangan swasta tetap akan dibedakan secara ketat.
Bagi pasar, ini bukan sekadar kabar baik atau buruk. Yang lebih penting adalah kerangka regulasi terus dipertegas. #数字人民币 #央行 #监管动态