⚠️Perusahaan mulai MENARIK kembali pengeluaran untuk AI setelah biaya membengkak di luar kendali:
Konsumsi token mingguan model AI Tiongkok di OpenRouter melonjak hingga ~18,5 triliun token, lebih dari 3 kali level AS ~6,0 triliun.
Grafik ini melacak penggunaan pada 9 model AI teratas di OpenRouter, sebuah platform yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai sistem AI, dan berfungsi sebagai proksi untuk permintaan AI di dunia nyata.
Model-model Tiongkok telah mengungguli rekan-rekan mereka di AS dalam konsumsi token sejak awal tahun, didorong oleh biaya energi yang lebih murah dan model yang lebih efisien yang memungkinkan lab-lab Tiongkok memangkas harga sehingga dapat mengalahkan penetapan harga AS.
Sementara itu, perusahaan-perusahaan besar AS, termasuk Amazon, Walmart, Cisco, Uber, dan Meta, kini membatasi penggunaan AI secara internal setelah biaya melonjak melewati anggaran.
Perusahaan perangkat lunak Workato melihat tagihan Anthropic-nya melonjak 7 kali dalam semalam setelah beralih dari langganan tetap ke skema bayar sesuai pemakaian pada bulan Mei, menunjukkan betapa besar biaya penggunaan AI yang selama ini diam-diam terus berjalan.
Goldman Sachs memperkirakan adopsi agen AI dapat mendorong peningkatan 24 kali lipat dalam konsumsi token pada 2030, sehingga taruhannya makin tinggi bagi industri yang bahkan kini sudah kesulitan mengendalikan biaya.
Ini menandakan adanya pergeseran yang lebih luas dalam euforia AI dari ekspansi tanpa batas menuju adopsi yang dibatasi biaya, yang bisa menekan momentum pasar saham terkait AI dalam waktu dekat karena hyperscaler dan perusahaan perangkat lunak memperlambat pertumbuhan belanja, meskipun permintaan dan penggunaan jangka panjang terus meningkat tajam.
Apakah kegilaan belanja AI sekarang mulai dipertanyakan?